Banyuwangi – Banyuwangi kembali menorehkan prestasi di dunia pariwisata dengan terpilihnya dua event budaya unggulan, Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dalam Kalender Event Nasional (KEN) 2025 yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kedua event ini dijadwalkan berlangsung pada Juli dan Oktober 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, mengungkapkan bahwa masuknya dua acara ini dalam daftar KEN 2025 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi. Ia berharap keberhasilan ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga menyambut baik keputusan ini. Menurutnya, pengakuan dari pemerintah pusat menjadi bukti bahwa Banyuwangi terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata. Ia optimistis bahwa event-event tersebut akan semakin menarik perhatian wisatawan dan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
Sejak tahun 2022, Gandrung Sewu dan BEC secara konsisten masuk dalam kalender pariwisata nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, bahkan menyebut Banyuwangi Ethno Carnival sebagai contoh ideal bagi event lain yang masuk dalam KEN. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan acara budaya di Banyuwangi memiliki daya tarik dan nilai jual yang tinggi.
Pada perhelatan BEC 2024, beberapa pejabat tinggi, termasuk Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Kehadiran para pejabat ini diharapkan dapat semakin memperkuat citra Banyuwangi sebagai pusat pariwisata budaya di Indonesia.
Dengan kembali masuknya Gandrung Sewu dan BEC dalam KEN 2025, Banyuwangi diharapkan terus menjadi sorotan dalam dunia pariwisata nasional maupun internasional. Komitmen dalam menjaga dan mempromosikan budaya lokal menjadi salah satu kunci utama dalam mempertahankan posisi sebagai destinasi wisata unggulan di Tanah Air.(pur)
Editor : Mukhyidin khifdhi












