Tuban – Dua kejadian mengejutkan terjadi hampir bersamaan di Jalan Martadinata, kawasan Gardu Laut, Tuban, pada siang hari ini, Rabu (10/04/2025). Sebuah truk bermuatan terguling setelah mengalami pecah ban, dan tak berselang lama, sebuah mobil tiba-tiba meledak dan terbakar hanya berjarak sekitar seratus meter dari lokasi pertama.
Insiden pertama melibatkan sebuah truk bermerk Hino dengan nomor polisi W 9672 UL yang dikendarai oleh Rumiyanto (44), warga Desa Penidon, Kecamatan Plumpang. Truk tersebut tengah melaju dari arah barat menuju timur ketika tiba-tiba ban belakang sebelah kiri meletus. Dalam kondisi panik, sopir berusaha menghindari sebuah sepeda motor yang mendadak berhenti di depannya. Sayangnya, usaha itu justru membuat kendaraan oleng hingga akhirnya terguling.
“Akibat pecah ban dan menghindari pengendara motor yang berhenti mendadak, truk mengalami kecelakaan tunggal dan terguling,” ungkap Kanit Penegakan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyo saat dikonfirmasi oleh Liputansatu.id.
Beruntung, dalam kejadian ini Rumiyanto hanya mengalami luka ringan. Namun kerusakan pada kendaraan dan muatan diperkirakan menyebabkan kerugian material hingga sepuluh juta rupiah.
Belum reda kepanikan dari peristiwa pertama, sekitar seratus meter dari lokasi tergulingnya truk, kejadian tak kalah mencengangkan kembali terjadi. Sebuah mobil Chevrolet berwarna merah dengan nomor polisi W 1076 IM tiba-tiba meledak dan terbakar hebat.
Pengemudi mobil, Rizqi Sahputra (30), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, mengaku kaget saat mendapati mobil yang dikemudikannya menunjukkan tanda-tanda gangguan. Rizqi mengaku sempat mencium bau aneh dan langsung memutuskan berhenti dan keluar dari mobil sambil menyelamatkan barang-barangnya.
“Begitu berhenti, mobil tiba-tiba meledak dan terbakar. Saya langsung keluar dan menyelamatkan barang yang bisa dibawa,” tutur Rizqi kepada awak media.
Ia menambahkan, sebelum kejadian dirinya baru saja mengisi bahan bakar di sebuah SPBU tidak jauh dari lokasi. Ia juga sempat membawa mobilnya ke bengkel untuk perbaikan. Rizqi menduga bahwa kebakaran ini disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan mobil.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tuban, Gunadi, yang juga berada di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya menduga kebakaran dipicu oleh konsleting listrik. Sebelumnya, pemadaman sempat diupayakan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari Klenteng Kwan Sing Bio yang berada di sekitar lokasi, namun karena APAR habis, api belum bisa dijinakkan.
“Tak lama kemudian, tim pemadam kebakaran tiba dan berhasil memadamkan api,” ujar Gunadi.
Dua kejadian ini sontak menarik perhatian masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kedua insiden tersebut untuk memastikan penyebab pasti dan mengantisipasi hal serupa di kemudian hari.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












