Erupsi Gunung Semeru, Kolom Abu Capai Hingga 700 Meter

- Reporter

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luncuran awan panas Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Rabu sore, (19/11/2025), (sc/Basarnas).

Luncuran awan panas Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Rabu sore, (19/11/2025), (sc/Basarnas).

Lumajang – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengeluarkan erupsi disertai lontaran abu pada Rabu sore (19/11/2025). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu pekat dengan intensitas sedang hingga tebal dan mencapai ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum ±20 mm dan durasi sekitar 60 detik. Arah sebaran abu dilaporkan condong ke sektor tenggara–selatan, namun hingga kini belum ada laporan gangguan penerbangan atau dampak signifikan terhadap pemukiman.

Status Masih di Level III (Siaga)

PVMBG menegaskan bahwa status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Jonggring Seloko serta mewaspadai potensi luncuran awan panas dan aliran lava di sepanjang alur Besuk Kobokan.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Aktivitas Semeru masih fluktuatif dan berpotensi memicu guguran lava maupun awan panas,” ujar petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.

Hujan Abu di Beberapa Desa

Sejumlah wilayah di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo dilaporkan mengalami hujan abu tipis. Warga diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah.
BPBD Lumajang mengerahkan tim untuk memantau kemungkinan peningkatan intensitas erupsi serta menyiapkan jalur evakuasi jika diperlukan.

Rekomendasi Resmi

PVMBG kembali menekankan sejumlah rekomendasi penting:
• Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.
• Menghindari area alur Besuk Kobokan, terutama saat hujan karena risiko lahar dingin.
• Warga yang berada di zona rawan diimbau tetap memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD.

Belum Ada Laporan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun kerusakan akibat erupsi hari ini. Aktivitas masyarakat sebagian besar masih berjalan normal, namun aparat desa terus memberi imbauan melalui pengeras suara. (Ron)

Editor : Kief

Berita Terkait

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi
Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab
Acara Sound Horeg di Tuban Digelar Tanpa Izin, Polisi Pilih Fokus Amankan Massa
Patok Batas Hilang, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Kian Rumit
Batu Bara Tuban Jadi Sorotan, Bupati Bilang Masih Muda, Aktivitas Tambang Justru Sudah Terlihat

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:58 WIB

KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:31 WIB

Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:11 WIB

Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab

Berita Terbaru