Geger! Belatung Ditemukan dalam Paket MBG di Sekolah Tuban

- Reporter

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: (Tangkapan Layar/Medi Sosial ).Ist

Gambar: (Tangkapan Layar/Medi Sosial ).Ist

Tuban – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan di sejumlah sekolah negeri di Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, berubah menjadi mimpi buruk. Pada hari pertama pendistribusian, Senin (14/07/25), makanan yang seharusnya sehat dan layak konsumsi justru ditemukan terkontaminasi belatung hidup.
Temuan ini membuat geger para siswa, guru, hingga orang tua. Sebuah video yang beredar di grup WhatsApp memperlihatkan nasi dan lauk yang dipenuhi larva. Reaksi siswa terdengar dalam nada syok bercampur sarkasme.

“Iki loh makanan bergizi, mbok gedene ngene (besar sekali belatungnya),” celetuk salah satu siswa dalam video tersebut.

Respons Pemerintah Kecamatan: Kaget dan Salahkan Pengawasan

Camat Tambakboyo, Ari Wibowo Waspodo, mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Ia bahkan mengetahui informasi ini pertama kali dari media.

“Saya tahu malah dari teman-teman media bahwa ditemukan ulat di dalam ompreng makanan bergizi gratis,” kata Ari, Selasa (15/07/25).

Menurut pemantauan awal, larva tersebut diduga berasal dari sayuran, bukan karena makanan basi. Ia menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap penyedia makanan.

“Makanan yang bermasalah ada di SMPN Tambakboyo, SMAN, dan SMKN Tambakboyo,” imbuhnya.

Meski demikian, Ari tetap mendukung program MBG yang merupakan bagian dari kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto. Ia hanya berharap penyedia makanan lebih teliti dan memperketat pengecekan sebelum makanan dikirim ke sekolah-sekolah.

Pernyataan Saling Bertolak Belakang: SMAN Bantah, SMKN Benarkan

Pernyataan Camat ternyata tidak sepenuhnya diamini pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Tambakboyo, Abdul Muid, membantah keras adanya makanan yang mengandung belatung di sekolahnya.

“Tidak ada, di sini tidak ada makanan yang ada belatungnya. Mohon maaf, yang meng-handle MBG itu Koramil,” tegasnya kepada media.

Sebaliknya, Kepala SMKN Tambakboyo, Agus Siswanto, justru mengakui adanya penemuan ulat dalam makanan siswa. Menurutnya, larva itu berasal dari sayuran.

“Informasi dari teman-teman yang mengatur MBG, itu ulat dari sayuran,” ujarnya.

Isu keterlibatan Koramil Tambakboyo juga muncul dalam polemik ini. Namun, Danramil Kapten Arm Teguh Haribowo menegaskan bahwa pihak TNI hanya bersifat mendampingi, bukan mengawasi.

“Kami tidak punya kewenangan untuk mengawasi. Kami hanya mendampingi, tidak bisa intervensi,” katanya menegaskan peran Koramil yang terbatas.

Kantor MBG Kosong, Dinas Terkait Bungkam

Upaya konfirmasi ke kantor pelaksana Program MBG di Desa Glondonggede belum membuahkan hasil. Pihak keamanan menyebut seluruh pimpinan sedang berada di luar kantor.

“Sementara belum bisa ditemui siapa pun, pimpinan sedang di luar,” ujar petugas keamanan, Fakhri MA.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang mencoreng nama program nasional tersebut.

Kritik Publik dan Tuntutan Evaluasi

Insiden ini memicu kritik keras dari masyarakat. Warganet, orang tua siswa, dan pegiat pendidikan mendesak pemerintah daerah dan pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh. Program MBG yang bertujuan memerangi gizi buruk dan membantu keluarga kurang mampu, justru kini dinilai berisiko menimbulkan masalah kesehatan baru.
Pemerintah diminta transparan, serta menindak tegas penyedia makanan yang lalai dalam standar kebersihan dan kelayakan konsumsi.

Program makanan bergizi seharusnya menjadi bentuk kepedulian negara terhadap masa depan generasi muda. Namun, bila tidak disertai pengawasan dan pengelolaan yang baik, niat baik bisa berubah menjadi bumerang.
Kini, publik menanti tindakan tegas dari Pemkab Tuban dan kementerian terkait agar kasus ini tidak berulang — sekaligus memastikan program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan keselamatan.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee