Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Gudang Produksi Kerupuk di Besuki Terbakar Dini Hari,  Kerugian Capai Rp 20 Juta

- Reporter

Sabtu, 9 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Api menghanguskan seluruh bangunan gudang produksi kerupuk di Besuki  pada Sabtu dini hari, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Api menghanguskan seluruh bangunan gudang produksi kerupuk di Besuki pada Sabtu dini hari, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Kebakaran hebat melanda sebuah gedung produksi kerupuk milik Ahmad (54), warga Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, pada Sabtu (09/08/2025) dini hari. Peristiwa ini menghanguskan seluruh bangunan berikut peralatan produksinya, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.
Insiden bermula sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih tertidur. Tono, tetangga korban, yang tengah melintas, melihat nyala api di bagian atap gedung. Menyadari situasi berbahaya, ia segera mengetuk memanggil Ahmad yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi.
Ahmad dan keluarganya terbangun dalam kepanikan. Mereka berlari ke arah gudang, namun api sudah membesar. Teriakan meminta tolong membangunkan warga sekitar, yang segera berhamburan datang membawa ember, selang air, dan peralatan seadanya.

Warga dan Petugas Damkar Berjuang Padamkan Api

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran diterima hanya beberapa menit setelah api terlihat. Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi dengan armada lengkap.
“Api sulit dikendalikan karena di dalam bangunan terdapat banyak bahan mudah terbakar seperti plastik kemasan, kardus, dan kayu. Proses pemadaman memakan waktu sekitar tiga jam,” ujar Puriyono yang akrab disapa Ipong.
Petugas damkar menerapkan strategi pemadaman dari beberapa sisi untuk mencegah api merembet ke rumah warga. Upaya ini dibantu oleh puluhan warga yang bekerja sama hingga api benar-benar padam.

Usaha Produksi Kerupuk Lumpuh

Gudang yang terbakar adalah pusat produksi kerupuk milik Ahmad, yang selama ini memasok ke sejumlah warung dan pasar di Kecamatan Besuki. Kebakaran membuat aktivitas produksi lumpuh total.
Ahmad mengaku seluruh peralatan produksi, mulai dari wajan besar, mesin penggiling adonan, hingga stok bahan baku, habis terbakar. “Semua habis. Untuk memulai lagi, saya harus mencari modal baru,” ujarnya dengan nada pasrah.
Kebakaran ini diperkirakan berdampak pada pasokan kerupuk ke beberapa pedagang langganan, yang kemungkinan akan mencari pemasok lain selama proses pemulihan.

Dugaan Penyebab Kebakaran dan Imbauan Kepada Masyarakat

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengumpulkan sisa material yang terbakar untuk dianalisis, termasuk memeriksa instalasi listrik yang ada di dalam bangunan.
Meskipun penyebab pasti belum diketahui, korsleting listrik menjadi salah satu dugaan awal karena peristiwa terjadi saat malam dan tidak ada aktivitas produksi.

Puriyono menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, khususnya pada bangunan usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar. “Pastikan instalasi listrik aman dan matikan semua peralatan saat tidak digunakan. Sediakan juga alat pemadam api ringan (APAR) meskipun skala usaha masih rumahan,” pesannya.
BPBD Situbondo mencatat, kebakaran yang melibatkan bangunan usaha rumah tangga cukup sering terjadi, terutama akibat korsleting listrik dan kelalaian penggunaan peralatan masak.

Kerugian dan Tindak Lanjut

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Pihak BPBD berencana memberikan pendampingan kepada Ahmad untuk mengakses bantuan pasca-bencana yang tersedia di pemerintah daerah.
Sementara itu, warga berharap kebakaran ini menjadi pelajaran bersama. “Kita semua harus waspada. Semoga Pak Ahmad bisa kembali memproduksi kerupuk dan usahanya berjalan seperti semula,” kata salah satu warga.(Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal
Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Aktivitas cucian pasir kuarsa di Kecamatan Jenu Tuban yang dinilai mencemari sungi yang ada  di lingkungan sekitar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id