Gus Ipul: Pemberdayaan Pilar Sosial dan Kelompok Usaha Bersama Kunci Pengentasan Kemiskinan

- Reporter

Rabu, 13 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, (Ist).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, (Ist).

JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan konsolidasi dengan para pilar sosial di Jawa Barat untuk memotivasi mereka dalam mendampingi, membina, mengarahkan, dan mengevaluasi penerima manfaat.

“Pilar sosial memiliki peran penting untuk mendampingi, membina, mengarahkan, dan mengevaluasi penerima manfaat. Mari kita fokus dan disiplin dalam menjalankan tugas masing-masing, serta patuhi aturan yang ada,” ujar Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, dalam acara Dialog Pilar Sosial Jawa Barat Bersama Gus Mensos RI di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu.

Gus Ipul menjelaskan, jika para pilar sosial atau pendamping dapat bekerja secara terorganisir dan masif, maka kinerja Kementerian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan akan semakin membaik setiap tahunnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga mengusulkan agar Pemprov Jawa Barat dapat meningkatkan kapasitas pendamping melalui program pendidikan dan pelatihan, serta menambah insentif untuk mereka.

“Saya minta kepada Pak Sekda Jabar agar insentif untuk para pendamping dapat ditambah,” ujarnya.

Selain itu, Gus Ipul menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Ia memberikan contoh program kelompok usaha bersama yang diterapkan di Jawa Tengah, yang berhasil membentuk 1.000 kelompok usaha, masing-masing beranggotakan 10 orang. Setiap kelompok diberi dukungan dana sebesar Rp20 juta.

“Program seperti ini bisa dicontohkan dan direplikasi oleh Kemensos melalui kerja sama dengan Pemkot/Pemkab setempat,” kata Gus Ipul.

Ia meyakini, dengan keberadaan kelompok usaha bersama yang tersebar di banyak wilayah dan didukung dengan program pemberdayaan selama setahun, jumlah masyarakat yang masih bergantung pada bantuan sosial dapat dikurangi secara signifikan.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:19 WIB

Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:44 WIB

Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee