Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

HPP Bulog Tak Menarik, Petani Jagung Tuban Pilih Jual  ke Tengkulak

- Reporter

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ladang jagung di salah satu lahan pertanian Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ladang jagung di salah satu lahan pertanian Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Terancam Gagal Penuhi Target Serapan

Tuban – Musim panen jagung tahun ini menjadi paradoks bagi petani dan pemerintah. Di satu sisi, harga jagung di tingkat petani sedang bagus-bagusnya. Namun di sisi lain, tingginya harga justru membuat Perum Bulog kesulitan menyerap hasil panen di lapangan.
Dari target penyerapan 29 ribu ton, hingga pertengahan Oktober ini Bulog baru mampu menampung sekitar 320 ton saja. Sisanya, sebagian besar hasil panen petani Tuban telah berpindah tangan ke tengkulak yang menawarkan harga lebih tinggi.

Harga Pembelian Pemerintah Tak Kompetitif

Kepala Sub Divre Bulog Bojonegoro–Tuban–Lamongan, Ferdinan Dharma Atmaja, menjelaskan bahwa berdasarkan instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung kadar air 18–20 persen ditetapkan Rp 5.500 per kilogram, sedangkan kadar air maksimal 14 persen Rp 6.400 per kilogram.
Namun kenyataannya di lapangan, harga jagung justru melambung. Para tengkulak berani membeli jagung kadar air 18–20 persen di kisaran Rp 6.350–6.400 per kilogram, jauh di atas HPP yang ditetapkan pemerintah.
“Bulog tidak bisa menyesuaikan harga karena kami terikat aturan. Tugas kami menjaga stabilitas agar harga tidak jatuh di bawah HPP,” ujar Ferdinan, Jumat (18/10/2025).

Bulog Gencar Bangun Kepercayaan Petani

Agar tak semakin tertinggal dari pasar bebas, Bulog kini berupaya melakukan pendekatan langsung ke petani, kelompok tani (Poktan), hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan). Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), penyuluh lapangan (PPL), dan aparat kepolisian, sosialisasi mengenai HPP serta standar mutu jagung terus digencarkan.
“Kami ingin membangun kepercayaan dan kerja sama agar Bulog bisa membeli langsung dari sumbernya. Dengan begitu, stok pangan nasional tetap aman dan petani tetap mendapat harga layak,” imbuh Ferdinan.

Petani: ‘Kalau Selisihnya Seribu, Ya Jelas Pilih Tengkulak’

Sementara itu, di sisi petani, kebijakan harga pemerintah dinilai kurang berpihak. Dengan selisih harga hingga seribu rupiah per kilogram, petani lebih memilih menjual hasil panen ke tengkulak.
“Kalau selisihnya saja sampai lima ratus rupiah, apalagi seribu, ya jelas kami pilih tengkulak, Mas,” keluh Ali (40), petani asal Kecamatan Soko. “Katanya mau menyejahterakan petani, tapi harga beli pemerintah malah lebih rendah.”

Di tengah tren harga yang terus melambung dan meningkatnya minat petani menjual ke tengkulak, Bulog kini berpacu dengan waktu untuk mengejar target serapan yang masih jauh dari harapan.
Jika situasi ini terus berlanjut, bukan hanya Bulog yang kesulitan menjaga stok, tetapi juga pemerintah yang akan menghadapi tantangan baru dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Empat Pemuda Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan di Kenduruan Tuban
Peringatan Hari Otda ke-30, Situbondo Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita
Julukan “Bugiman” Ramai di Medsos, Anggaran Taman dan Jalan Rusak di Tuban Jadi Sorotan
Budidaya Melon Greenhouse: SIG Tuban Siapkan Karyawan Pensiun Produktif
Viral Polisi Pukul Driver Ojol di Situbondo, Propam Pastikan Bukan karena Perselingkuhan
Remaja SMP di Semanding Tuban Tewas Tenggelam Saat Memancing
DPRD Tuban Kunjungi Kwan Sing Bio, Pengelola Klaim Tak Ada Pemberitahuan
Kebakaran OXXY Parfum Tuban Lukai Karyawan, Dugaan Pelanggaran B3 Diselidiki

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:03 WIB

Empat Pemuda Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan di Kenduruan Tuban

Senin, 27 April 2026 - 13:04 WIB

Peringatan Hari Otda ke-30, Situbondo Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita

Minggu, 26 April 2026 - 15:36 WIB

Julukan “Bugiman” Ramai di Medsos, Anggaran Taman dan Jalan Rusak di Tuban Jadi Sorotan

Sabtu, 25 April 2026 - 13:30 WIB

Viral Polisi Pukul Driver Ojol di Situbondo, Propam Pastikan Bukan karena Perselingkuhan

Jumat, 24 April 2026 - 22:32 WIB

Remaja SMP di Semanding Tuban Tewas Tenggelam Saat Memancing

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id