Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi

- Reporter

Senin, 8 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Proyek pembangunan Terminal LPG Tuban di wilayah pesisir Kecamatan Tambakboyo. Proyek ini menjadi sorotan setelah seorang nelayan melaporkan insiden jaring yang diduga tersangkut tiang pancang pembangunan hingga mengakibatkan kerugian besar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Seorang nelayan asal Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban melaporkan proyek pembangunan pelabuhan Terminal LPG Tuban ke Satpolairud Polda Jawa Timur Pos BKO Tuban setelah jaring miliknya diduga tersangkut tiang pancang proyek yang berada di tengah laut.
Nelayan bernama Suwanto itu menilai lokasi proyek tidak dilengkapi rambu penanda yang memadai sehingga membahayakan aktivitas nelayan yang melintas maupun mencari ikan di sekitar area tersebut.

Jaring Diduga Tersangkut Tiang Pancang Proyek

Suwanto menjelaskan peristiwa itu terjadi saat dirinya melaut dan melintas tidak jauh dari lokasi pembangunan pelabuhan yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika).
Menurutnya, karena tidak melihat adanya penanda yang jelas, ia menganggap area tersebut aman untuk beroperasi. Namun jaring yang ditebar terbawa arus hingga akhirnya tersangkut pada tiang pancang proyek.
“Di situ kan gak ada penanda, jadi saya kira aman. Ternyata pukat saya terbawa arus dan tersangkut di tiang pancang pelabuhan,” ujarnya kepada Liputansatu.id.
Ia membandingkan proyek tersebut dengan fasilitas Jagrak Gagak Rimang milik Pertamina yang menurutnya dilengkapi rambu peringatan serta petugas penjaga.
Akibat kejadian itu, Suwanto mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah dan berharap ada komunikasi maupun penyelesaian dari pihak perusahaan.

Nelayan Sebut Lokasi Proyek Merupakan Habitat Ikan

Ketua Paguyuban Nelayan Gadon, Musa Hilmantoro, menyebut area yang kini digunakan untuk pembangunan pelabuhan sebelumnya merupakan lokasi berkumpulnya ikan sehingga sering menjadi tujuan nelayan mencari hasil tangkapan.
Menurutnya, minimnya informasi dan penanda di lokasi membuat banyak nelayan masih beraktivitas di sekitar kawasan proyek.
“Sebenarnya banyak korbannya, tapi baru Pak Suwanto ini yang berani melapor,” ujarnya.
Musa berharap setiap proyek yang berada di wilayah perairan turut memperhatikan dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat nelayan.

Polairud Benarkan Ada Laporan Nelayan

Kepala Pos Polairud Polda Jatim BKO Tuban, Bripka Joko Nurcahyo, membenarkan adanya laporan yang diajukan nelayan tersebut.
Menurutnya, laporan diterima pada 18 Mei 2026 dan pihak kepolisian telah menerbitkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL).
“Iya kemarin laporan kami terima dan sudah kami terbitkan STPL,” ujarnya.
Namun demikian, ia menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh, posisi jaring nelayan berada cukup dekat dengan area proyek sehingga saat arus bergerak menuju dermaga, jaring terseret dan tersangkut pada tiang pancang.

PT Wika Tegaskan Sudah Pasang Penanda

Menanggapi laporan tersebut, Humas PT Wika, Adu Shobari Kusuma, mengaku belum menerima informasi resmi baik dari pihak kepolisian maupun nelayan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kontraktor telah memasang berbagai penanda keselamatan di sekitar lokasi proyek, termasuk lampu flip-flop untuk meningkatkan visibilitas pada malam hari.
“Kami berkomitmen untuk benar-benar menjaga keselamatan dan K3 baik untuk keselamatan pekerja maupun warga sekitar termasuk para nelayan,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima perusahaan, posisi awal jaring nelayan sebenarnya sudah berada di luar area proyek, namun kemudian terbawa arus hingga akhirnya tersangkut pada tiang pancang.

Kontraktor Buka Ruang Komunikasi dengan Nelayan

PT Wika berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara seluruh pihak terkait.
Perusahaan juga menyatakan terbuka untuk berdialog dengan nelayan guna mencari solusi dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
“Kami siap berkomunikasi dengan nelayan. Biasanya jika ada insiden serupa kami langsung lakukan komunikasi,” pungkas Adu. (Az)

Berita Terkait

Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi
Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban
Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo
Terkuak! Suami Sendiri Diduga Bunuh Bidan Situbondo Yang Ditemukan Tewas di Drainase
Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:25 WIB

Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:29 WIB

Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban

Senin, 8 Juni 2026 - 17:48 WIB

Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:57 WIB

Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version