Karnaval Desa Wolutengah, Kritik Sosial Dibungkus Kreativitas Warga

- Reporter

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atraksi parodi dalam Karnaval Desa Wolutengah, Tuban, sukses mencuri perhatian warga dengan aksi teatrikal bernuansa kritik sosial, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Atraksi parodi dalam Karnaval Desa Wolutengah, Tuban, sukses mencuri perhatian warga dengan aksi teatrikal bernuansa kritik sosial, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Karnaval budaya di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Minggu (14/09/2025), mendadak pecah gelak tawa. Bukan karena kostum yang aneh, melainkan aksi teatrikal salah satu grup yang memperagakan kejar-kejaran antara pemain judi dan aparat. Dalam atraksi itu, “pelaku” sempat dimasukkan ke mobil tahanan sebelum akhirnya “ditebus” keluarganya untuk dibebaskan.
Adegan yang dikemas seperti parodi itu sontak menjadi tontonan paling mencuri perhatian. Penonton berdesakan untuk menyaksikan, bahkan beberapa mengabadikannya lewat kamera ponsel.

Penonton Terhibur Sekaligus Tersindir

Inggit, salah seorang penonton, mengaku terhibur sekaligus kagum. Menurutnya, atraksi tersebut bukan sekadar lucu, tetapi menyimpan pesan mendalam.
“Itu hal yang sangat menarik, bisa jadi bentuk kritik bagi masyarakat,” ujarnya sambil tertawa.
Hal senada diungkapkan Haqi, penonton lain. Ia menilai, keberanian warga membalut kritik sosial dalam pertunjukan budaya merupakan wujud kreativitas yang patut diapresiasi.
“Mereka sangat kreatif,” ucapnya singkat.
Tak sedikit pula warga yang menilai, parodi semacam ini menjadi cara halus menyampaikan kritik tanpa menyinggung secara langsung. Dengan membungkusnya dalam seni dan hiburan, pesan yang disampaikan justru lebih mudah diterima.

Tema Budaya Tempo Dulu dan Masa Kini

Kepala Desa Wolutengah, Rasdan, menjelaskan karnaval tahun ini diikuti 16 regu peserta dan 5 regu kehormatan. Mengusung tema besar budaya tempo dulu dan masa kini, seluruh peserta ditantang menampilkan kreativitas yang menggabungkan unsur tradisi dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana mengingat perjuangan para pendahulu sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
“Diharapkan masyarakat bisa meneladani dan tidak melupakan budayanya, meskipun tetap mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.
Selain parodi perjudian, ada pula penampilan kelompok lain yang menampilkan tradisi tani, penggambaran perjuangan rakyat, hingga atraksi musik dan tari kreasi. Hal ini membuat suasana karnaval semakin meriah dengan ragam warna budaya.

Parodi Jadi Media Kritik Sosial

Atraksi bernuansa kritik sosial itu pun menambah warna dalam karnaval. Di balik gelak tawa penonton, terselip pesan moral mengenai fenomena judi yang masih terjadi di masyarakat.
Bagi sebagian warga, apa yang ditampilkan bukan hanya hiburan, melainkan bentuk sindiran yang mengingatkan agar masyarakat menjauhi praktik tersebut. “Parodi” menjadi bahasa universal yang mampu menjembatani antara seni, budaya, dan kritik sosial.

Karnaval sebagai Ruang Ekspresi Warga

Karnaval Desa Wolutengah tahun ini menjadi bukti bahwa ruang budaya desa masih relevan sebagai wadah ekspresi masyarakat. Warga tidak hanya melestarikan budaya tempo dulu, tetapi juga berani menafsirkan persoalan sosial dalam bentuk pertunjukan.
Dengan demikian, kegiatan tahunan ini bukan hanya menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal, tetapi juga memperlihatkan kecerdasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi melalui cara yang kreatif, santun, sekaligus menghibur. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee