Langkah Peduli Lingkungan, PT SBI Terima Sampah RDF dari Sumenep

- Reporter

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim (tengah) berjabat tangan dengan Direktur Operasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Edi Sarwono (kanan), disaksikan Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni (kiri), usai penandatanganan kerja sama pemanfaatan sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) di Graha Mandaraka, Sumenep, Kamis (6/11/2025), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim (tengah) berjabat tangan dengan Direktur Operasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Edi Sarwono (kanan), disaksikan Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni (kiri), usai penandatanganan kerja sama pemanfaatan sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) di Graha Mandaraka, Sumenep, Kamis (6/11/2025), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kerja Sama Pemkab Sumenep dan PT SBI

Sumenep – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), melalui divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan Nathabumi, bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep menandatangani kerja sama pemanfaatan sampah perkotaan berbasis ekonomi sirkular.
Kesepakatan ini sekaligus menandai pengiriman perdana Refuse-Derived Fuel (RDF) dari Kabupaten Sumenep ke Pabrik Solusi Bangun Indonesia di Tuban, Jawa Timur.
Penandatanganan kerja sama dan prosesi pengiriman perdana dilaksanakan di Graha Mandaraka, Kawasan Keraton Sumenep, Jawa Timur, pada Kamis (6/11/2025).
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni, dan Direktur Operasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Edi Sarwono, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Sumenep Hasilkan 116 Ton Sampah per Hari

Secara geografis, Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah mencapai 2.093 kilometer persegi dan terdiri dari 7 kecamatan. Setiap hari, wilayah ini menghasilkan sekitar 116 ton sampah. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi yang mencapai 1,1 juta jiwa.
Untuk mengatasi meningkatnya timbulan sampah, Pemkab Sumenep berinisiatif mengonversi sampah menjadi RDF sebagai salah satu solusi berkelanjutan.

RDF Ciptakan Nilai Ekonomi dan Lingkungan

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah menjadi RDF tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Karena itu kami bekerja sama dengan Solusi Bangun Indonesia yang sudah berpengalaman dalam pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Artinya, dampak dari kerja sama ini bahkan lebih luas lagi dan itu sangat baik,” tutur KH. Imam Hasyim.

Alternatif Energi Pengganti Batu Bara

Solusi Bangun Indonesia dan Pemkab Sumenep mengawali kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (6/11/2025). Produk RDF yang dihasilkan dari fasilitas di Kabupaten Sumenep akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti sebagian batu bara di pabrik Solusi Bangun Indonesia di Tuban.
Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, menjelaskan bahwa pemanfaatan RDF tidak hanya membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga mendukung pengurangan ketergantungan industri semen pada sumber energi fosil.
“Upaya ini tak lepas dari kolaborasi strategis antara industri dan pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pemanfaatan RDF. Melalui pemanfaatan sampah perkotaan menjadi energi dalam proses produksi semen, kami berupaya mendukung pengelolaan sampah yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, namun juga memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujar Edi Sarwono.

Tonggak Baru Pengelolaan Sampah di Sumenep

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Sumenep yang berhasil memenuhi seluruh kriteria teknis dan kualitas RDF sesuai standar pemanfaatan bahan bakar alternatif di Solusi Bangun Indonesia.
Hal ini menunjukkan kesiapan daerah dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Kami berharap, kerja sama pemanfaatan RDF ini dapat ditingkatkan ke depan, misalnya hingga ke wilayah kepulauan. Ini bukan hanya soal pengiriman RDF, tetapi juga langkah besar menuju Sumenep yang lebih bersih, mandiri, dan berdaya lingkungan,” ujar KH. Imam Hasyim.

Tentang Solusi Bangun Indonesia dan Nathabumi

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG.
Perusahaan ini menjalankan usaha terintegrasi dari produksi semen, beton siap pakai, agregat, hingga layanan pengelolaan limbah, dengan empat pabrik semen berlokasi di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton per tahun.
Divisi Nathabumi merupakan unit usaha dari Solusi Bangun Indonesia yang memberikan solusi pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Nathabumi memiliki fasilitas pengelolaan limbah terbesar di Asia Tenggara dan menjadi pionir penerapan teknologi RDF di Indonesia. Layanan Nathabumi meliputi pengelolaan limbah B3 dan non-B3, secured destruction, laboratorium limbah, konversi sampah kota menjadi RDF, pemusnahan bahan perusak ozon (BPO), transportasi limbah, serta konsultasi pengelolaan lingkungan. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee