DLH-P Tuban Dorong SPPG Kelola Sampah Dapur Secara Mandiri

- Reporter

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: (Ilustrasi/Ist).

Gambar: (Ilustrasi/Ist).

Tuban – Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Kabupaten Tuban tak terlepas dari aktivitas dapur yang berpotensi menghasilkan limbah organik setiap hari. Lalu, bagaimana sebenarnya pengelolaan sampah dari kegiatan tersebut?
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-P) Kabupaten Tuban, Arwin Mustofa, menjelaskan bahwa secara prinsip pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab pihak yang menghasilkan sampah itu sendiri.
“Pada dasarnya pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pembuatnya. Pembatasan dan pengurangan harus dilakukan sejak awal,” terang Arwin kepada LiputanSatu.id, Selasa (08/10/2025).

Bisa Dikelola Mandiri atau Bekerja Sama dengan TPS3R

Menurut Arwin, pengelola SPPG dapat melakukan pengelolaan sampah dapur secara mandiri ataupun bekerja sama dengan pihak lain.
“Jika mereka tidak mampu melakukan sendiri, bisa bekerja sama dengan pengelola sampah. Bisa dengan TPS3R, atau dikelola langsung oleh pegawai SPPG maupun oleh desa untuk dijadikan pakan ternak,” jelasnya.
Ia menambahkan, dinas baru akan melakukan pengambilan apabila yang tersisa adalah sampah residu, atau sisa yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.
“Kalau sudah residunya, baru nanti dinas yang mengambil,” imbuhnya.

Belum Ada Data Khusus Sampah dari SPPG

Arwin mengakui hingga saat ini pihaknya belum memiliki data kuantitatif mengenai jumlah sampah yang dihasilkan masing-masing SPPG. Hal ini disebabkan karena DLH-P tidak memiliki wewenang langsung terhadap pengelolaan internal SPPG.
“Sejauh ini sampah dari SPPG dikelola oleh pengelola sampah desa. Dan memang belum ada permintaan resmi dari SPPG agar sampahnya diambil oleh dinas,” ujarnya.

Rencana Sosialisasi dan Pendekatan Bertahap

Ke depan, DLH-P berencana melakukan sosialisasi berkala kepada pengelola SPPG di seluruh wilayah Tuban. SPPG yang berada di dekat Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) akan diarahkan untuk mengelola limbahnya melalui fasilitas tersebut.
“Kalau bisa dikelola secara mandiri ya silakan, tapi jika sudah terlalu banyak pekerjaan di dapur, bisa bekerja sama dengan pengelola sampah seperti TPS3R,” tambah Arwin.
Ia juga menyoroti perbedaan kondisi antara wilayah desa dan kota. Di pedesaan, sampah dapur sering dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan di wilayah perkotaan, keterbatasan lahan dan minimnya ternak membuat kerja sama dengan TPS3R menjadi opsi paling realistis. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi
Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa
Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban
Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD
Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih
Ratusan Warga Tuban Nikmati Layanan Kesehatan Gratis, SBI Jangkau 16 Desa
Bank Jatim Kembali Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Tuban, Salurkan CSR di Festival Mangrove Jatim X
PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:24 WIB

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:12 WIB

Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:01 WIB

Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:41 WIB

Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:36 WIB

Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih

Berita Terbaru