Limbah Dapur SPPG di Kedungjambe Dikeluhkan Warga, Program MBG Kembali Disorot

- Reporter

Rabu, 28 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Kedungjambe mengeluhkan penanganan limbah dari dapur SPPG yang dinilai mencemari lingkungan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban — Keluhan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, warga Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, memprotes pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai mencemari lingkungan sekitar.
Keluhan datang dari warga yang bermukim di sekitar Dapur SPPG Yayasan Dharmawangsa Sakti. Limbah dapur yang dibuang ke saluran air disebut menimbulkan bau menyengat, rasa gatal pada kulit, hingga mengalir ke area persawahan warga.

Limbah Dinilai Tak Tertampung, Cemari Saluran Air dan Sawah

Salah seorang warga mengungkapkan, pengelola dapur memang telah membuat saluran pembuangan limbah. Namun, kapasitas saluran tersebut dinilai terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung volume limbah dapur yang dihasilkan setiap hari.
“Memang sudah dibuatkan pembuangan limbah, tapi kecil dan tidak cukup menampung limbah harian. Warga merasa dirugikan karena baunya menyengat dan menyebabkan gatal. Apalagi limbahnya mengalir sampai ke area persawahan,” ungkap warga, Selasa (27/01/2026).
Akibat kondisi tersebut, warga mengaku kerap membersihkan saluran air secara mandiri agar aliran tidak tersumbat dan pencemaran tidak semakin meluas.

Aktivitas Dapur Dini Hari Dinilai Ganggu Kenyamanan

Selain persoalan limbah, aktivitas dapur yang beroperasi sejak tengah malam juga dikeluhkan warga. Pemutaran musik dengan volume keras dinilai mengganggu ketenangan lingkungan, terutama pada jam istirahat warga.
“Kami sudah mencoba koordinasi dengan pihak pengelola supaya ada pembenahan, terutama soal limbah dan aktivitas malam hari,” tambahnya.

Minim Koordinasi Sejak Awal Pembangunan

Warga menilai, persoalan ini dipicu oleh minimnya koordinasi sejak awal pembangunan dapur SPPG. Menurut mereka, pembangunan dilakukan tanpa melibatkan warga sekitar maupun pemerintah desa setempat.
Padahal, sebagai bagian dari program nasional, warga berharap keberadaan dapur SPPG justru memberi manfaat tanpa menimbulkan dampak lingkungan maupun sosial.
“Karena ini program nasional, jangan sampai justru merugikan masyarakat sekitar. Harusnya dikelola dengan baik dan melibatkan warga,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dapur SPPG Kedungjambe, Fitriana W, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait keluhan warga, termasuk dugaan pembuangan limbah dapur ke saluran air yang mencemari area persawahan. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version