TUBAN, JATIM – Kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak yang telah mewabah di tahun 2022 silam, dikabarkan kembali mewabah awal tahun ini. Karena banyaknya kasus tersebut Pasar Hewan Kerek yang dibuka rutin tiap hari senin, hari ini (13/01) terpantau sepi.
Kasnan salah seorang pedagang sapi asal Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban yang menjual hewannya di Pasar Hewan Kerek Desa Margomulyo mengeluhkan kondisi pasar yang sepi. Dia menyampaikan dari pagi hewannya belum laku terjual di tengah PMK yang kembali mewabah.
“Sepi, saya tadi bawa dua ekor sapi, tapi sampek sekarang belum laku,” ungkap Kasnan.
Sulistiyo warga Kecamatan Soko Kabupaten Tuban yang juga menjajakan hewannya mengaku kali ini kesulitan menjual hewan yang dia bawa. Dia mengaku tidak hanya sapi yang menurun penjualannya, namun juga kambing.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Eko Julianto menyampaikan sejak awal Januari 2025 sudah puluhan kasus dilaporkan. Setidaknya telah terdapat 51 kasus dilaporkan hingga tanggal 10 Januari 2025.
“Yang paling banyak dari Kecamatan Kerek, dari hewan berkuku genap atau belah. Sementara hewan yang biasa diserang wabah tersebut adalah sapi, kerbau, babi, kambing, dan domba,” jelasnya.
Dia menambahkan telah melakukan langkah preventif untuk mengendalikan wabah tersebut dengan melakukan pengobatan pada hewan yang terjangkit, pengawasan pada pasar hewan, dan desinfeksi pada pasar hewan. Dia menambahkan juga melakukan komunitas, informasi, dan edukasi (KIE) terhadap masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat. (AS/Din).
Editor : Ahmad Muhyiddin












