Tuban – Aksi pencurian kabel pompa air bawah tanah (sibel) milik Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dilaporkan marak terjadi di wilayah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dalam sepekan terakhir.
Tak hanya menyasar fasilitas desa, kabel sibel milik pribadi warga juga ikut menjadi target. Hal ini tentu menimbulkan keresahan di kalangan petani yang bergantung pada sistem pengairan tersebut.
Perangkat Desa Borehbangle, Nuril Mahmuda, mengungkapkan dugaan pencurian di wilayahnya terjadi pada Senin malam (08/02/2026). Warga baru menyadari hilangnya kabel sepanjang kurang lebih 8 meter pada keesokan harinya saat hendak mengoperasikan pompa air.
“Pengurus bersama perangkat desa sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Informasinya, kehilangan di Borehbangle terjadi bersamaan dengan pencurian kabel di Desa Pongpongan yang hilang di tiga titik sekaligus,” ujarnya.
Kehilangan kabel sibel tidak hanya berdampak pada kerugian material, tetapi juga mengganggu suplai air ke lahan pertanian. Sejumlah petani terpaksa menunda pengairan sawah karena pompa tidak dapat dioperasikan.
Pencurian Menyebar ke Desa Lain
Tren pencurian tersebut berlanjut pada Kamis (12/02/2026) di Desa Tuwiri Kulon.
Perangkat desa setempat, Imam Syafii, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan setelah menerima kabar kehilangan kabel di desa tetangga.
“Begitu mendapat informasi dari Borehbangle, kami langsung cek lokasi. Ternyata kabel sepanjang sekitar 15 meter milik desa juga sudah hilang,” katanya.
Ia menjelaskan harga kabel sibel diperkirakan mencapai Rp130 ribu per meter. Dengan panjang kabel yang hilang di beberapa titik, total kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah dan cukup membebani kas desa maupun HIPPA.
Selain kerugian finansial, gangguan distribusi air dikhawatirkan berdampak pada masa tanam serta produktivitas pertanian warga apabila pencurian terus berulang.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Tingkatkan Patroli
Kapolsek Merakurak, Suhartono, membenarkan pihaknya telah menerima laporan kehilangan kabel sibel dari beberapa desa di wilayah hukumnya.
“Laporan dari Desa Tuwiri Kulon dan Borehbangle sudah kami terima. Saat ini anggota masih melakukan pendalaman di lapangan untuk mengungkap pelaku,” tegasnya.
Menurutnya, kepolisian juga tengah mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri kemungkinan keterkaitan antar-kejadian, mengingat waktu pencurian yang berdekatan dan pola sasaran yang serupa.
Sebagai langkah pencegahan, jajaran kepolisian berkomitmen meningkatkan frekuensi patroli di kawasan persawahan, terutama pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terjadi aksi pencurian.
Warga Diminta Waspada, Pengamanan Swadaya Didorong
Maraknya pencurian kabel sibel membuat perangkat desa dan kelompok tani mulai mempertimbangkan langkah pengamanan tambahan, seperti ronda malam di area pompa air serta pemasangan kunci atau pelindung instalasi.
Petani berharap aparat segera mengungkap pelaku agar aktivitas pertanian tidak terus terganggu. Mereka juga meminta adanya perhatian lebih terhadap keamanan fasilitas pengairan desa yang menjadi penopang utama produksi pangan.
Jika tidak segera ditangani, pencurian berulang dikhawatirkan tidak hanya merugikan keuangan desa, tetapi juga berpotensi menurunkan hasil panen dan pendapatan petani di wilayah Merakurak. (Aj)
Editor : Kief












