Tuban – Suasana tenang di Wisata Pemandian Air Hangat Nganget, Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang pengunjung asal Bojonegoro dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah berendam, Selasa (17/02/2026) sore.
Korban diketahui bernama Sukiran (67), seorang petani asal Dusun Medayun, Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Ia diduga mengalami kelelahan fisik yang berkaitan dengan riwayat penyakit menahun yang telah lama dideritanya.
Kronologi Kejadian di Kolam Air Hangat
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, korban tiba di lokasi wisata sekitar pukul 16.15 WIB bersama keluarganya dengan tujuan menjalani terapi air hangat.
Sekitar 15 menit setelah berendam, kondisi korban mulai terlihat melemah. Tubuhnya tampak lemas dengan posisi kepala menunduk di dalam kolam, sehingga memicu kepanikan pengunjung lain yang berada di sekitar lokasi.
Saksi mata di lokasi, Sunarto—seorang tukang pijat—bersama sejumlah pengunjung segera memberikan pertolongan dengan mengangkat tubuh korban dari dalam kolam menuju tepi. Namun nahas, saat berhasil dievakuasi ke permukaan, korban telah dinyatakan meninggal dunia.
Hasil Pemeriksaan Medis: Tidak Ada Unsur Kekerasan
Petugas dari Polsek Kenduruan bersama Tim Identifikasi Polres Tuban dan tenaga kesehatan setempat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD R. Ali Manshur Jatirogo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat penganiayaan pada tubuh korban. Dengan demikian, peristiwa tersebut dinyatakan sebagai kejadian non-pidana.
“Tidak ada unsur kekerasan. Kematian korban murni karena kondisi kesehatan,” terang Iptu Siswanto.
Riwayat Stroke dan Upaya Terapi
Pihak keluarga melalui anak korban, Eko Lugianto (45), mengungkapkan bahwa Sukiran memiliki riwayat penyakit stroke selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Kedatangan mereka ke pemandian air hangat merupakan bagian dari ikhtiar terapi untuk membantu pemulihan kondisi kesehatan korban.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang ke Bojonegoro dan dimakamkan di kampung halaman.
Imbauan Kewaspadaan bagi Pengunjung Wisata Air Hangat
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pengunjung wisata pemandian air hangat, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum berendam. Aktivitas berendam dengan suhu tinggi dapat memicu kelelahan tubuh, terutama bagi lansia atau penderita penyakit kronis.
Kepolisian juga mengimbau pengelola wisata untuk terus meningkatkan pengawasan serta kesiapsiagaan pertolongan pertama guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. (Az)
Editor : Kief












