Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Pengusaha Rokok Indonesia Siapkan Ekspansi Besar, Targetkan Pabrik di 19 Kabupaten dan Ribuan UMKM

- Reporter

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy Founder BARONG Grup dengan jaringan perusahaan rokok Bandar Rokok Nusantara dan rencana pembangunan pabrik rokok serta gudang tembakau di Indonesia, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy Founder BARONG Grup dengan jaringan perusahaan rokok Bandar Rokok Nusantara dan rencana pembangunan pabrik rokok serta gudang tembakau di Indonesia, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Indonesia – Seorang pengusaha rokok nasional, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, mengumumkan rencana ekspansi besar di industri tembakau dan rokok nasional. Melalui jaringan perusahaan yang sedang dibangunnya, ia menargetkan pengembangan gudang tembakau, pabrik rokok skala menengah hingga internasional, serta ribuan usaha kecil menengah (UMKM) di berbagai daerah penghasil tembakau di Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan Khalilur pada Minggu (15/03/2026) dari Hotel Sheraton Manila Bay, Manila, Filipina, saat ia menyelesaikan konsep dan strategi bisnis yang disebutnya sebagai langkah menuju lahirnya perusahaan rokok raksasa dari Indonesia.
Menurutnya, tahap awal pembangunan usaha kini telah memasuki fase penyelesaian legalitas perusahaan, sebelum memasuki tahap ekspansi bisnis yang lebih luas.

Bangun Tiga Pilar Perusahaan

Dalam strategi bisnis yang disiapkan, Khalilur membangun tiga pilar utama perusahaan yang saling terintegrasi, yakni perusahaan rokok, perusahaan tembakau, serta perusahaan distribusi.
Untuk sektor perusahaan rokok, ia menyiapkan enam induk perusahaan, lima di antaranya telah menyelesaikan proses legalitas. Bahkan, salah satu perusahaan disebut sudah memiliki pabrik rokok lengkap dengan fasilitas produksinya.
Enam perusahaan tersebut antara lain:
• Rokok Bintang Sembilan (RBS)
• Bandar Rokok Nusantara (BARON)
• Joko Tole Nusantara (JOLENTARA)
• Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA)
• Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG)
• Madura Indonesia Tembakau (MASAKU)
Selain itu, terdapat dua perusahaan di sektor tembakau yakni Nusantara Global Tobacco (NGO) dan Bandar Tembakau Indonesia (Bakau Indonesia).
Sementara di sektor distribusi, ia menyiapkan perusahaan Angkut Barang Seluruh Nusantara (Abang Setara) yang akan berfungsi sebagai jaringan distribusi logistik hasil produksi rokok dan tembakau.

Rencana Gudang Tembakau di 17 Kabupaten

Sebagai bagian dari ekspansi, Khalilur merencanakan pembangunan 17 gudang tembakau di tiga provinsi yang dikenal sebagai sentra produksi tembakau nasional, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di Jawa Timur, gudang tembakau direncanakan dibangun di tujuh daerah:
Sumenep, Pamekasan, Situbondo, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Di NTB, rencana pembangunan meliputi Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Kota Mataram.
Sementara di Jawa Tengah, lokasi yang direncanakan antara lain Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus, Pati, Magelang, dan Jepara.
Gudang-gudang tersebut nantinya akan menjadi pusat pengumpulan dan pengolahan tembakau dari berbagai daerah sebelum masuk ke tahap produksi rokok.

Target 19 Pabrik Rokok di Tiga Provinsi

Selain gudang tembakau, Khalilur juga menargetkan pembangunan 19 pabrik rokok yang akan tersebar di berbagai kabupaten di tiga provinsi tersebut.
Sebanyak 17 pabrik akan dibangun di wilayah yang memiliki gudang tembakau, sementara dua pabrik tambahan direncanakan berdiri di daerah yang tidak memiliki gudang tembakau, yakni Sidoarjo dan Malang.
Menurutnya, pabrik-pabrik tersebut akan beroperasi dalam skala menengah hingga besar dengan orientasi pasar nasional dan internasional.

Tidak hanya mengembangkan perusahaan besar, Khalilur juga mengklaim akan mendorong pengembangan industri rokok berbasis UMKM.
Ia menargetkan pembangunan 2.000 perusahaan rokok kecil (PR UMKM) yang tersebar di 17 kabupaten tersebut. Setiap unit usaha diperkirakan mempekerjakan sekitar 20 pekerja, sehingga total potensi tenaga kerja yang tercipta dapat mencapai 40.000 orang.
Model bisnis yang akan digunakan adalah maklun (manufacturing) dengan produksi enam jenis rokok kretek yang menggunakan tembakau dari berbagai daerah.
Enam jenis campuran tembakau yang direncanakan antara lain:
• Virginia Blend (tembakau Lombok)
• Oriental Blend (tembakau Madura)
• Burley Blend (tembakau Jember – Banyuwangi)
• Besuki Blend (tembakau Situbondo)
• Lumajang Blend (tembakau Lumajang)
• Srintil Blend (tembakau Temanggung)
Menurut Khalilur, integrasi antara 19 pabrik rokok besar dengan 2.000 perusahaan rokok UMKM diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri tembakau yang kuat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di berbagai daerah.

Dorong Kesejahteraan Petani Tembakau

Dalam pernyataannya, Khalilur menegaskan bahwa rencana bisnis tersebut tidak semata berorientasi keuntungan, tetapi juga bertujuan menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia berharap pengembangan industri rokok nasional dapat membuka lapangan kerja luas serta meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Indonesia.
“Saatnya petani tembakau Indonesia menjadi lebih sejahtera dan industri rokok nasional mampu berjaya di tingkat dunia,” ujarnya.
Ia juga optimistis bahwa melalui strategi tersebut, Indonesia berpotensi melahirkan perusahaan rokok berskala global yang mampu bersaing di pasar internasional. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Hanta virus Mulai Jadi Sorotan Nasional, Dinkes Tuban Minta Warga Jangan Abai
Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Plumpang Meninggal Mendadak di Pasar Sapi Tuban
Hunting System Digelar di Sejumlah Ruas Kota Tuban, Knalpot Brong dan Balap Liar Jadi Sasaran
Diduga Ingkar Janji Pembangunan Fasum, Warga Geruduk Ahsana Property Tuban
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Tagih Tunggakan Pemdes Jlodro Tuban
Polemik Kwan Sing Bio Berlanjut, LBH Laporkan Advokat atas Dugaan Penistaan Tempat Ibadah
TPI Palang Ditinggalkan Nelayan, Infrastruktur Rusak dan Manajemen Pemkab Tuban Disorot
Pelajar SMP Tewas Tabrak Truk Sampah DLHP, Pemkab Tuban Sampaikan Permintaan Maaf

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:58 WIB

Hanta virus Mulai Jadi Sorotan Nasional, Dinkes Tuban Minta Warga Jangan Abai

Senin, 11 Mei 2026 - 11:52 WIB

Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Plumpang Meninggal Mendadak di Pasar Sapi Tuban

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:35 WIB

Hunting System Digelar di Sejumlah Ruas Kota Tuban, Knalpot Brong dan Balap Liar Jadi Sasaran

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:47 WIB

Diduga Ingkar Janji Pembangunan Fasum, Warga Geruduk Ahsana Property Tuban

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:36 WIB

Polemik Kwan Sing Bio Berlanjut, LBH Laporkan Advokat atas Dugaan Penistaan Tempat Ibadah

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id