Petani Penggarap Mondokan Cemas, Lahan 20 Tahun Digarap Akan Dibangun Sekolah Rakyat

- Reporter

Kamis, 20 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A PMD), Sugeng Purnomo, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Petani Khawatir Kehilangan Sumber Penghidupan

Tuban – Puluhan petani penggarap lahan eks-bengkok di Kelurahan Mondokan kini diliputi kecemasan. Lahan yang telah mereka garap lebih dari 20 tahun melalui sistem sewa itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR), apabila proposal pembangunan disetujui.
Sebelumnya diberitakan, Sumiyatun, salah satu warga yang mengelola lahan tersebut, menyampaikan bahwa bertani di lahan itu merupakan satu-satunya mata pencaharian keluarganya.
“Kalau dibangun SR di sini, ya mata pencaharian saya akan hilang,” ujarnya.

Lahan Disewa Puluhan Tahun

Para petani mengaku tidak memiliki banyak pilihan. Mereka memahami bahwa lahan itu merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dan sewaktu-waktu dapat ditarik kembali.

Selain Sumiyatun, Mashudi—penggarap lainnya—mengaku membayar biaya sewa Rp900 ribu per tahun. Dari lahan itu, ia bisa mendapatkan hasil panen hingga 5 kuintal sekali panen.
“Kalau panen bagus, bisa sampai lima kwintal,” terangnya.

Pemerintah Tegaskan Lahan Milik Pemkab

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A PMD), Sugeng Purnomo, saat dikonfirmasi LiputanSatu.id menegaskan bahwa lahan tersebut sepenuhnya milik pemerintah.
“Itu kan lahan milik pemerintah. Jadi kalau pemerintah mau membangun di sana, ya mau tidak mau harus diterima,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan kompensasi bagi para penggarap, Sugeng tidak memberikan jawaban tegas. Ia justru memberikan analogi:
“Kalau kita punya rumah kontrakan, lalu setelah masa kontrak habis mau kita ambil untuk dipakai sendiri, apa kita sebagai pemilik harus memberi uang kompensasi kepada penyewanya?”

Masuk Program Strategis Nasional

Terkait status lahan hijau yang nantinya akan berdiri bangunan, Sugeng menambahkan bahwa proyek Sekolah Rakyat tersebut masuk Program Strategis Nasional (PSN), sehingga tetap menjadi prioritas pemerintah.

Editor : Kief

Berita Terkait

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version