TUBAN – Lamaran cinta yang kandas rupanya bisa berujung tragedi. Seorang pria berinisial B di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan tindakan keji dengan menyiramkan air keras ke wajah mantan kekasihnya hanya karena sakit hati akibat lamarannya ditolak. Kejadian mengerikan itu terjadi pada Selasa pagi (27/05/2025), sekitar pukul 08.15 WIB di kawasan Desa Sumurgung, Kecamatan Montong.
Korban yang diketahui berinisial SK (32) awalnya tak menaruh curiga saat menyepakati janji pertemuan dengan B, sang mantan kekasih. Lokasi pertemuan mereka berada di pinggir jalan desa, sebuah tempat yang kerap digunakan warga untuk beristirahat atau bertemu.
Namun, suasana berubah mencekam ketika tanpa banyak bicara, B tiba-tiba menyiramkan cairan berbahaya ke arah SK. Cairan tersebut belakangan diketahui adalah air keras yang mengenai pipi, leher, dan lengan kanan korban. SK seketika menjerit kesakitan, sementara warga sekitar yang mendengar suara teriakan berhamburan mendekat.
Korban Alami Luka Serius, Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Akibat insiden tersebut, SK mengalami luka bakar cukup serius pada bagian wajah dan tubuh. Ia langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Kondisinya kini dilaporkan masih dalam perawatan intensif, dengan luka yang cukup parah di area sensitif seperti wajah dan leher.
Sementara itu, pelaku B langsung kabur usai melancarkan aksinya. Ia melarikan diri ke arah barat menuju wilayah Desa Jetak, Kecamatan Montong, dengan mengendarai sepeda motor. Aksi pelarian ini sempat membuat warga kebingungan karena berlangsung cepat, dan tidak ada yang sempat menghentikan pelaku.
Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu pelaku. Tim dari Polsek Montong bersama jajaran Polres Tuban telah diterjunkan untuk melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian B.
Motif: Cinta Ditolak Orang Tua, Pelaku Dendam
Kapolsek Montong, AKP Waheru, mengungkapkan bahwa peristiwa ini diduga bermula dari kekecewaan mendalam pelaku karena lamarannya ditolak. Menurut informasi yang dihimpun, B sempat mengutarakan niat untuk menikahi SK. Namun, lamaran tersebut ditolak oleh orang tua korban.
“Motif awalnya karena pelaku pernah melamar korban, namun ditolak oleh pihak keluarga. Pelaku diduga sakit hati dan menyimpan dendam,” ujar AKP Waheru saat dikonfirmasi wartawan.
Polisi Imbau Warga Beri Informasi Bila Melihat Pelaku
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Montong dan sekitarnya, untuk segera melaporkan apabila melihat atau mengetahui keberadaan pelaku.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran. Kami harap masyarakat ikut membantu memberikan informasi yang berguna untuk penangkapan pelaku,” tambah Waheru.
Hingga berita ini diterbitkan, pelaku masih dalam pencarian pihak kepolisian. Korban juga masih menjalani perawatan intensif dan akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis lanjutan.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












