Jakarta, (19/02/2025) – Prof Brian Yuliarto, guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), terus mengembangkan teknologi biosensor untuk kebutuhan medis di Indonesia. Bersama timnya, ia berhasil menciptakan sensor untuk mendeteksi gas berbahaya, polutan, dan berbagai penyakit seperti demam berdarah, hepatitis, serta kanker.
Salah satu fokus utama Prof Brian adalah menciptakan kemandirian dalam teknologi biosensor. Melalui kerja sama dengan industri, alat diagnostik berbasis sensor mulai dikembangkan agar Indonesia tidak bergantung pada teknologi impor.
Baca juga: Profil Prof Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang Baru
“Indonesia memiliki potensi besar dalam riset dan inovasi, terutama di bidang biosensor. Harapannya, kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi kesehatan,” ujar Prof Brian dalam sebuah wawancara.
Selain bekerja sama dengan industri dalam negeri, Prof Brian juga menjalin kolaborasi dengan peneliti internasional. Hingga saat ini, ia telah menerbitkan lebih dari 329 artikel ilmiah yang tercatat dalam indeks Scopus dan mendapatkan lebih dari 5.600 sitasi.
Dengan berbagai inovasi yang dikembangkannya, Prof Brian berharap teknologi biosensor dapat membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing nasional di bidang teknologi medis.(My)
Editor : Mukhyidin khifdhi












