Tuban – Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bertemu dengan perwakilan Rosneft Singapore Pte Ltd untuk membahas tindak lanjut keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) proyek Kilang Tuban atau Grass Root Refinery (GRR).
Dikutip dari Bloombergtechnoz.com, Dadan menegaskan bahwa Rusia masih berkomitmen untuk menyediakan pendanaan bagi proyek ini. “Kami sudah pernah bertemu dengan Rusia, Rosneft. Mereka masih berkomitmen untuk pendanaan,” ujarnya saat ditemui di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kertapati, Palembang, Jumat (21/3/2025).
Namun, meskipun telah mengantongi komitmen tersebut, Dadan belum bisa memastikan kapan FID Kilang Tuban dapat dirampungkan. Ia menjelaskan bahwa aspek pendanaan masih menjadi tantangan utama dalam penyelesaian keputusan investasi.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) juga mengakui keterlambatan FID Rosneft untuk proyek ini. Sekretaris Perusahaan KPI, Hermansyah Y Nasroen, menyebutkan bahwa proses finalisasi investasi memang meleset dari target yang awalnya ditetapkan pada November 2024. Salah satu faktor penyebabnya adalah kompleksitas proyek yang memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah hingga 300.000 barel per hari (bph) dan membutuhkan investasi sekitar Rp238,25 triliun.
Selain itu, kedua perusahaan dalam joint venture, yakni PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), masih melakukan perhitungan terkait kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC). Perhitungan keekonomian yang ketat dari kedua belah pihak membuat diskusi intensif masih berlangsung sebelum keputusan final dapat diambil.
Baca juga: Proyek Kilang Tuban: Pemerintah Pertimbangkan Opsi Jika Rusia Tak Beri Kepastian
Baca juga: Bahlil Lahadalia Sebutkan Peluang Kedatangan Investor Baru untuk Proyek Kilang Tuban
Terkait kemungkinan FID bisa diselesaikan pada semester I-2025, Hermansyah belum bisa memastikan, namun menegaskan bahwa proses evaluasi masih berjalan. “Inginnya secepatnya, karena FID-nya masih dalam tahap review dan akan diajukan ke holding PT Pertamina (Persero),” ujarnya.
GRR Tuban sendiri merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia. Namun, tantangan pendanaan dan perhitungan bisnis yang kompleks membuat keputusan investasi akhir masih tertunda.(Kief)
Sumber: Bloombergtechnoz.com
Editor : Mukhyidin Khifdhi












