Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Proyek PJU yang Disorot KPK,Pemkab Tuban Beri Jawaban Normatif

- Reporter

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: (Ilustrasi/Sorotan KPK terhadap proyek PJU Tuban), (kief/Liputansatu.id).

Gambar: (Ilustrasi/Sorotan KPK terhadap proyek PJU Tuban), (kief/Liputansatu.id).

Tuban – Proyek PJU Tuban kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai adanya dugaan ketidaksesuaian harga dan spesifikasi pada pengadaan lampu jalan. Meski pemerintah daerah membantah hal tersebut, sikap defensif tanpa membuka data detail dinilai tidak menjawab substansi persoalan.

Sorotan KPK atas Proyek PJU Tuban

Dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 5 Agustus 2025, Direktur Korsup Wilayah III KPK Ely Kusumastuti menyinggung adanya ketidaksesuaian antara harga dan spesifikasi tiang serta kap lampu pada Proyek PJU Tuban.
Menurut Ely, temuan ini bukan dimaksudkan untuk menyalahkan, melainkan sebagai refleksi agar pengadaan tidak sekadar formalitas tanpa memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Pemkab Tuban Membantah Tudingan

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang LPJU DLHP Tuban, Slamet Hariyanto, menegaskan pengerjaan Proyek PJU Tuban telah sesuai aturan.
“Yang dimaksud tidak sesuai spesifikasinya itu dari mana? Yang jelas kita sudah menyesuaikan semua sesuai dengan spesifikasi,” katanya, Jumat (19/09/2025).
Ia juga menyebut harga yang digunakan justru berada di bawah standar harga satuan. Meski begitu, Slamet tidak menampik adanya kekurangan dalam pelaksanaan.
“Yang namanya manusia tetap ada kurangnya. Tapi kami berkomitmen memperbaiki ke depan,” imbuhnya.
Lebih jauh, Slamet menjelaskan bahwa proses pengawasan dilakukan secara internal dan melibatkan dinas teknis, termasuk Dinas PUPR dalam pengawasan konstruksi pondasi. Selain itu, pengerjaan proyek tidak hanya dilakukan oleh satu rekanan, melainkan banyak pihak melalui skema e-katalog.

Anggaran Fantastis, Transparansi Dipertanyakan

Proyek PJU Tuban pada tahun lalu menelan anggaran sekitar Rp 68 miliar. Pada tahap awal pembangunan, sebanyak 2.010 titik dipasang lampu jalan, kemudian bertambah menjadi 2.717 titik melalui perubahan APBD.
Dengan dana sebesar itu, publik wajar menuntut transparansi. Namun hingga kini Pemkab hanya menyampaikan klaim normatif tanpa membuka rincian harga per unit maupun spesifikasi teknis yang dipersoalkan KPK.

Sikap Bupati Lindra Menuai Kritik

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, juga menegaskan tidak ada temuan dalam Proyek PJU Tuban.
“Nggak ada, nggak ada. Itu nggak ada namanya temuan,” kata Lindra, sapaan akrabnya.
Pernyataan ini dinilai kontradiktif dengan penjelasan KPK yang justru mengajak Pemkab melakukan refleksi. Alih-alih memberikan klarifikasi berbasis data, sikap bupati cenderung menutup ruang diskusi publik.

Pergantian Pejabat DLHP di Tengah Sorotan

Menariknya, isu Proyek PJU Tuban muncul bersamaan dengan perombakan jabatan di DLHP. Kepala DLHP sebelumnya, Bambang Irawan, digeser menjadi staf ahli bupati. Posisi kepala dinas kini tengah diperebutkan tiga kandidat melalui seleksi terbuka.
Bupati Lindra menyebut keputusan pengganti akan membawa kejutan. Namun, publik menilai pergantian ini tak bisa dilepaskan dari dinamika dan sorotan terhadap proyek PJU. Proyek infrastruktur bernilai puluhan miliar rupiah harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Masyarakat berhak tahu, apakah Proyek PJU Tuban benar-benar memberi manfaat atau hanya menjadi formalitas yang membebani APBD. (Az)

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id