Proyek Senilai 1.9 M di Tuban Jadi Sorotan, Baru Selesai 2 Bulan Sudah Ambruk!!

- Reporter

Jumat, 14 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi saluran pembuangan di Desa Maibit yang ambruk setelah diguyur hujan, (Aji/Liputansati.id).

Kondisi saluran pembuangan di Desa Maibit yang ambruk setelah diguyur hujan, (Aji/Liputansati.id).

TUBAN – Proyek rehabilitasi saluran pembuang di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, yang baru selesai dibangun, ambruk setelah diguyur hujan deras pada Kamis sore (13/2/2025). Pekerjaan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban 2024 ini tak mampu menahan derasnya arus air, menyebabkan struktur L gutter sepanjang puluhan meter roboh.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Tuban, proyek ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp 1.987.000.000 dan dikerjakan oleh CV. Adinda Agung Riski.

Prediksi Kades Maibit Terbukti, Proyek Dinilai Tidak Maksimal

Ahmad Ali, Kepala Desa Maibit, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan sejak awal pihaknya sudah memperkirakan proyek ini tidak akan maksimal. Menurutnya, pembangunan dilakukan saat musim hujan dan tanpa pengecoran di bagian bawah, sehingga tidak cukup kuat menahan tekanan air.

“Benar, proyek itu ambruk kemarin. Sejak awal saya sudah menduga hasilnya tidak akan maksimal karena dikerjakan saat musim hujan dan bagian bawahnya tidak dicor,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ali menambahkan bahwa saluran ini sebenarnya belum memberikan solusi efektif terhadap banjir tahunan di wilayahnya. Ia menilai, tanpa normalisasi aliran air dari Desa Nguruan dan Pekuwon, dampak banjir tetap akan terjadi.

“Saluran ini belum efektif mengatasi banjir. Jika aliran air dari hulu di Desa Nguruan dan Pekuwon tidak disodet, wilayah ini masih akan tergenang,” jelasnya.

Kontraktor Sebut Faktor Alam Sebagai Penyebab

Pemilik CV. Adinda Agung Riski, Junaidi, membenarkan bahwa proyek tersebut ambruk. Ia berpendapat bahwa faktor alam menjadi penyebab utama kerusakan.

“Benar, proyek itu saya yang mengerjakan. Mungkin ambruknya karena faktor alam,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat (14/2/2025).

Junaidi juga mengakui bahwa Kades Maibit, Ahmad Ali, sempat memberikan masukan agar proyek dikerjakan lebih maksimal sesuai dengan spesifikasi dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PU-PRKP) Kabupaten Tuban.

“Kami sudah melaksanakan pembangunan sesuai dengan RAB dari Dinas PU-PRKP Kabupaten Tuban,” tambahnya.

Dinas PU-PRKP Akan Lakukan Pengecekan

Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas PU-PRKP Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi, menyatakan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi proyek yang ambruk.

“Untuk perbaikan masih menjadi tanggung jawab rekanan karena masih dalam masa pemeliharaan,” tutupnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Ambruknya proyek rehabilitasi saluran pembuang Desa Maibit menimbulkan sorotan terkait kualitas pembangunan. Meski kontraktor menyebut faktor alam sebagai penyebab, pihak desa sejak awal telah meragukan efektivitas proyek. Dengan nilai anggaran hampir Rp 2 miliar, masyarakat kini menunggu tindak lanjut dari pihak terkait untuk memastikan proyek ini diperbaiki sesuai standar.(Az)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee