Rata-rata Satu Nyawa Melayang Setiap Dua Hari di Jalan Raya Tuban Sepanjang 20225

- Reporter

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data dari Satlantas Polres Tuban menunjukkan jumlah kecelakaan sepanjang tahun 2025 di jalanan Tuban,  (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Data dari Satlantas Polres Tuban menunjukkan jumlah kecelakaan sepanjang tahun 2025 di jalanan Tuban, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Tuban – Di balik penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025, jalan raya di Kabupaten Tuban masih menyisakan fakta kelam. Berdasarkan data Satlantas Polres Tuban, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan menunjukkan bahwa rata-rata satu orang kehilangan nyawa setiap dua hari sekali.

Sepanjang periode 1 Januari hingga 22 Desember 2025, tercatat 154 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tuban. Jika dirata-ratakan, angka tersebut setara dengan sekitar 12–13 korban meninggal setiap bulan, atau satu korban jiwa setiap 48 jam.
Padahal, secara jumlah kasus, kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan. Satlantas Polres Tuban mencatat terjadi 1.074 kasus kecelakaan sepanjang 2025, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.085 kasus.

Kecelakaan Terjadi Hampir Tiga Kali Sehari

Jika ditarik ke hitungan waktu harian, 1.074 kasus kecelakaan dalam 356 hari setara dengan rata-rata tiga kejadian kecelakaan setiap hari di Tuban. Artinya, hampir setiap delapan jam, satu kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya.
Namun yang lebih mengkhawatirkan, meski jumlah kasus menurun, tingkat keparahan kecelakaan justru meningkat. Hal ini tercermin dari naiknya jumlah korban luka berat dan kerugian material.

Korban Luka Berat dan Kerugian Material

Pada tahun 2024, korban luka berat hanya tercatat 3 orang. Angka ini melonjak menjadi 13 orang pada 2025, atau meningkat lebih dari empat kali lipat. Sementara korban luka ringan juga naik dari 1.421 orang menjadi 1.443 orang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistiyo, menilai kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa kualitas keselamatan berlalu lintas masih perlu ditingkatkan.
“Penurunan jumlah kecelakaan patut diapresiasi, tetapi dampaknya masih berat. Ini menunjukkan kecelakaan yang terjadi cenderung berisiko tinggi,” ujarnya, Jumat (22/12/2025).

Dari sisi ekonomi, dampak kecelakaan juga tidak ringan. Sepanjang 2025, kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas di Tuban mencapai Rp1,84 miliar, naik dari Rp1,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika dirata-ratakan, kerugian tersebut setara dengan lebih dari Rp5 juta per hari akibat kecelakaan di jalan raya.

Faktor Kelelahan Masih Mendominasi

Menurut IPTU Eko, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Tuban. Pengendara yang mengantuk, kelelahan, serta kurang konsentrasi mendominasi sebagian besar kasus.
Satlantas Polres Tuban juga telah memetakan sejumlah wilayah rawan kecelakaan, seperti Widang, Jenu, Bancar, serta Ring Road Tuban. Pengguna jalan diimbau untuk lebih waspada, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegas IPTU Eko.
Meski angka kecelakaan menunjukkan tren menurun, data berbasis waktu ini menjadi pengingat bahwa jalan raya Tuban masih menyimpan risiko mematikan, dan setiap kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada kehilangan nyawa. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee