Tuban – Di balik penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025, jalan raya di Kabupaten Tuban masih menyisakan fakta kelam. Berdasarkan data Satlantas Polres Tuban, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan menunjukkan bahwa rata-rata satu orang kehilangan nyawa setiap dua hari sekali.
Sepanjang periode 1 Januari hingga 22 Desember 2025, tercatat 154 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tuban. Jika dirata-ratakan, angka tersebut setara dengan sekitar 12–13 korban meninggal setiap bulan, atau satu korban jiwa setiap 48 jam.
Padahal, secara jumlah kasus, kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan. Satlantas Polres Tuban mencatat terjadi 1.074 kasus kecelakaan sepanjang 2025, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.085 kasus.
Kecelakaan Terjadi Hampir Tiga Kali Sehari
Jika ditarik ke hitungan waktu harian, 1.074 kasus kecelakaan dalam 356 hari setara dengan rata-rata tiga kejadian kecelakaan setiap hari di Tuban. Artinya, hampir setiap delapan jam, satu kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya.
Namun yang lebih mengkhawatirkan, meski jumlah kasus menurun, tingkat keparahan kecelakaan justru meningkat. Hal ini tercermin dari naiknya jumlah korban luka berat dan kerugian material.
Korban Luka Berat dan Kerugian Material
Pada tahun 2024, korban luka berat hanya tercatat 3 orang. Angka ini melonjak menjadi 13 orang pada 2025, atau meningkat lebih dari empat kali lipat. Sementara korban luka ringan juga naik dari 1.421 orang menjadi 1.443 orang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistiyo, menilai kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa kualitas keselamatan berlalu lintas masih perlu ditingkatkan.
“Penurunan jumlah kecelakaan patut diapresiasi, tetapi dampaknya masih berat. Ini menunjukkan kecelakaan yang terjadi cenderung berisiko tinggi,” ujarnya, Jumat (22/12/2025).
Dari sisi ekonomi, dampak kecelakaan juga tidak ringan. Sepanjang 2025, kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas di Tuban mencapai Rp1,84 miliar, naik dari Rp1,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika dirata-ratakan, kerugian tersebut setara dengan lebih dari Rp5 juta per hari akibat kecelakaan di jalan raya.
Faktor Kelelahan Masih Mendominasi
Menurut IPTU Eko, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Tuban. Pengendara yang mengantuk, kelelahan, serta kurang konsentrasi mendominasi sebagian besar kasus.
Satlantas Polres Tuban juga telah memetakan sejumlah wilayah rawan kecelakaan, seperti Widang, Jenu, Bancar, serta Ring Road Tuban. Pengguna jalan diimbau untuk lebih waspada, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegas IPTU Eko.
Meski angka kecelakaan menunjukkan tren menurun, data berbasis waktu ini menjadi pengingat bahwa jalan raya Tuban masih menyimpan risiko mematikan, dan setiap kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada kehilangan nyawa. (Az)
Editor : Kief












