Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Tren Penurunan Angka Pernikahan di Tuban! Ada Apa dengan Generasi Muda Zaman Sekarang?

- Reporter

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Agama Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kementerian Agama Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pernikahan, yang sejatinya merupakan momen sakral yang dinantikan oleh banyak orang, kini justru menunjukkan tren penurunan. Data terbaru dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban mengungkapkan bahwa angka pernikahan hingga Mei 2025 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kasi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kemenag Tuban, Masyhari, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/06/2025) siang menyampaikan bahwa sejak Januari hingga Mei 2025, tercatat ada sebanyak 2.876 pasangan yang menikah di Kabupaten Tuban.

“Jumlah pernikahan pada Mei 2024 tercatat sebanyak 3.158 pasangan. Artinya ada penurunan sekitar 4% atau 325 pasangan pada tahun ini,” ungkap Masyhari.

Fluktuasi Pernikahan dari Tahun ke Tahun

Penurunan ini bukan hal baru. Menurut Masyhari, fluktuasi angka pernikahan dari tahun ke tahun adalah hal yang lumrah terjadi. Ia kemudian membeberkan data historis jumlah pernikahan di Kabupaten Tuban dari tahun ke tahun:
• Tahun 2020: 9.379 pasangan
• Tahun 2021: 9.086 pasangan
• Tahun 2022: 9.255 pasangan
• Tahun 2023: 8.766 pasangan
• Tahun 2024: 8.174 pasangan
Tren tersebut menunjukkan bahwa angka pernikahan terus mengalami penurunan secara perlahan, terutama pasca-pandemi dan memasuki era modern saat ini.

Pergeseran Nilai dan Budaya Pengaruhi Keputusan Menikah

Saat ditanya lebih lanjut mengenai penyebab menurunnya angka pernikahan, Masyhari menjelaskan bahwa salah satu faktor dominannya adalah pergeseran nilai dan budaya di kalangan generasi muda.

“Anak muda sekarang lebih selektif dalam memilih pasangan hidup. Mereka tidak ingin terburu-buru dan lebih banyak mempertimbangkan aspek kualitas hubungan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa gaya hidup yang berubah menjadi salah satu pemicu. Banyak yang kini lebih memilih mengejar pendidikan tinggi, karier, dan pencapaian pribadi dibanding menikah muda.

Faktor Ekonomi: Biaya Hidup dan Ketidakstabilan Finansial

Tak hanya perubahan sosial dan budaya, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi juga memegang peranan penting dalam menurunnya angka pernikahan.

“Biaya hidup yang semakin tinggi, ketidakpastian finansial, hingga mahalnya biaya resepsi pernikahan menjadi pertimbangan utama bagi banyak calon pengantin,” tambah Masyhari.

Pendidikan Tinggi dan Angka Perceraian Jadi Pertimbangan Tambahan

Selain itu, tingginya tingkat pendidikan juga membuat usia pernikahan ikut meningkat. Semakin tinggi pendidikan, semakin lama seseorang menunda pernikahan karena ingin menyelesaikan studinya terlebih dahulu.
Tak hanya itu, tingginya angka perceraian di masyarakat juga memengaruhi psikologis generasi muda, yang menjadi lebih skeptis terhadap institusi pernikahan.

“Banyak yang takut gagal dan tidak siap menghadapi tanggung jawab rumah tangga. Ini juga menjadi alasan kenapa mereka memilih menunda atau bahkan menghindari pernikahan,” pungkasnya.

Penurunan angka pernikahan di Tuban menjadi cerminan kondisi sosial yang lebih kompleks. Bukan hanya sekadar tren, tetapi juga menggambarkan perubahan paradigma generasi muda terhadap institusi pernikahan. Perlu adanya pendekatan dan edukasi dari berbagai pihak agar nilai-nilai pernikahan tetap lestari di tengah arus modernisasi yang semakin deras.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian
Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru
Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara
135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya
Bocah 5 Tahun di Panarukan Situbondo Hilang Saat Main di Halaman Rumah
Tekanan Menguat! Warga, Akademisi, hingga DPRD Kompak Soroti Prioritas Pembangunan Tuban
Kasus Dugaan Pencurian Patung Dewa di Kwan Sing Bio Tuban Dilaporkan ke Polisi
TRITURA Petani Tembakau Madura: Desak Pemerintah Ubah Arah Kebijakan Cukai

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:57 WIB

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian

Jumat, 17 April 2026 - 14:33 WIB

Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru

Jumat, 17 April 2026 - 14:22 WIB

Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara

Jumat, 17 April 2026 - 10:39 WIB

135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya

Kamis, 16 April 2026 - 20:51 WIB

Tekanan Menguat! Warga, Akademisi, hingga DPRD Kompak Soroti Prioritas Pembangunan Tuban

Berita Terbaru

Pengelola Klenteng Kwan Sing Bio, Tio Eng Bo saat menunjukan lokasi Kimsin Dewa Kwan Kong kepada awak media, (Foto: Assa/Liputansatu.id).

Sosial Budaya

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:57 WIB

Truk KDKMP ringsek di bagian depan usai menabrak pohon di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo Tuban dini hari,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:45 WIB

Seleksi Paskibraka Tuban 2026 di GOR Rangga Jaya Anoraga diikuti 135 siswa hasil penyaringan dari 390 pendaftar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id