Sidoarjo – Dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan model Green Human Resource berbasis digital untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Pulau Lusi, Sidoarjo, Jawa Timur.
Riset berjudul “Model Green Human Resource Berbasis Digital di Area Pariwisata Pulau Lusi dalam Upaya Rekonstruksi Ekonomi Kreatif Pasca Bencana Lumpur Lapindo” ini menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan, pemanfaatan teknologi, pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Melalui pendekatan Green Human Resource Management (Green HRM), masyarakat dan pelaku usaha lokal diarahkan untuk memiliki kompetensi ramah lingkungan sekaligus kecakapan digital. Kapasitas tersebut dibutuhkan agar mereka mampu mengembangkan produk dan layanan kreatif yang bernilai ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan kawasan.
Pemanfaatan platform digital menjadi bagian penting dalam model tersebut. Teknologi dapat digunakan untuk memperluas promosi destinasi, memasarkan produk UMKM, membangun jejaring usaha, serta meningkatkan daya tarik Pulau Lusi sebagai destinasi wisata.
Peneliti Untag Surabaya, Dava Imadul Bilad dan Prof. Siti Mujanah, menjelaskan bahwa hasil riset menunjukkan integrasi kompetensi hijau, transformasi digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat menjadi strategi untuk membangun kembali aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Model ini diharapkan melahirkan ekosistem pariwisata yang inovatif, inklusif, dan berwawasan lingkungan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya, Prof. Dr. Tri Ratnawati, MS.Ak., mengapresiasi hasil penelitian tersebut. Menurutnya, riset perguruan tinggi perlu hadir dengan solusi yang relevan bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pengembangan Pulau Lusi memerlukan sumber daya manusia yang adaptif, peduli lingkungan, dan mampu memanfaatkan teknologi digital. Model yang dihasilkan melalui riset ini diharapkan dapat memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi kreatif, dan mendorong pariwisata yang berkelanjutan bagi masyarakat Sidoarjo,” ujar Prof. Tri Ratnawati.
Dengan model tersebut, Pulau Lusi berpotensi berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai laboratorium ekonomi kreatif berbasis sumber daya manusia hijau dan digitalisasi. Pengembangan ini diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan kawasan. (Aj)