SITUBONDO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besuki, yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali mengadakan program sosial berupa operasi mata katarak gratis. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada 100 orang yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mereka bisa memperoleh pengobatan yang sangat dibutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 6 Februari 2025, dan diharapkan dapat mengurangi angka kebutaan yang masih menjadi masalah kesehatan serius di daerah ini.
Meningkatnya Jumlah Penderita Katarak di Situbondo
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, terdapat sekitar 6.800 orang yang tercatat menderita katarak, yang setara dengan 1% dari total populasi di daerah tersebut. Angka ini menjadi perhatian serius mengingat banyaknya warga yang belum memiliki akses ke pengobatan medis yang memadai. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dan meringankan beban mereka, sekaligus memperbaiki kualitas hidup mereka melalui operasi mata katarak yang lebih mudah dijangkau.
Kerja Sama RSUD Besuki dan PT Jawa Power
Imam Hariyono, Direktur RSUD Besuki, menjelaskan bahwa program operasi mata katarak gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara RSUD Besuki dan PT Jawa Power, sebuah perusahaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang berkomitmen untuk mendukung berbagai inisiatif sosial di sekitar wilayah operasionalnya. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan bertujuan untuk mengurangi angka kebutaan yang menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia. Dengan adanya program ini, diharapkan warga yang selama ini terhambat oleh masalah penglihatan dapat kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik dan lebih produktif.
Layanan Perawatan Pasca-Operasi
Selain memberikan operasi mata katarak gratis, RSUD Besuki juga menyediakan layanan perawatan pasca-operasi yang melibatkan dokter spesialis mata. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasien yang menjalani prosedur operasi mendapatkan hasil yang optimal dan dapat pulih dengan cepat. Tim medis yang berpengalaman akan terus memantau kondisi pasien setelah operasi, memastikan tidak ada komplikasi, serta memberikan panduan perawatan untuk pemulihan yang lebih baik. Pendekatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pasien bisa kembali beraktivitas dengan nyaman setelah menjalani operasi katarak.
Pemanfaatan Teknologi Phacoemulsifikasi
Imam Hariyono menjelaskan bahwa operasi mata katarak yang dilakukan dalam program ini menggunakan teknologi modern bernama phacoemulsifikasi. Metode ini memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat dan lebih sedikit mengganggu kehidupan sehari-hari pasien dibandingkan dengan teknik konvensional. Teknologi ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan. Keunggulan teknologi ini adalah waktu pemulihan yang lebih singkat, memungkinkan pasien untuk kembali menjalani aktivitas normal lebih cepat. Dengan metode ini, diharapkan pasien bisa merasakan peningkatan kualitas hidup yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat.
Harapan RSUD Besuki Untuk Para Pasien
Menghadapi bulan Ramadhan yang akan segera tiba, Imam Hariyono berharap program operasi mata katarak gratis ini dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pasien yang menjalani prosedur operasi. Ia berharap agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan lancar, terutama dalam beribadah selama bulan suci Ramadhan. Dengan penglihatan yang lebih baik, pasien bisa menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman, membaca Al-Qur’an dengan jelas, dan berpartisipasi dalam kegiatan agama lainnya tanpa kendala penglihatan. Harapan ini menunjukkan komitmen RSUD Besuki untuk tidak hanya memperbaiki kesehatan fisik pasien, tetapi juga kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Baca juga: Dukung Layanan Kesehatan Masyarakat, RSUD Besuki Terima Dokter Spesialis dari Luar Negeri
Kontribusi PT Jawa Power
PT Jawa Power, yang beroperasi di sekitar PLTU Paiton, berperan penting dalam mendukung program sosial ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Andy Budiarto, Manajer Technical Environmental & CSR PT Jawa Power, menyatakan bahwa perusahaan sangat mendukung inisiatif yang dapat memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat sekitar, terutama dalam hal kesehatan. Dengan berkolaborasi dalam program operasi mata katarak ini, PT Jawa Power berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Andy berharap program ini tidak hanya berhenti pada satu kali kegiatan, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan bantuan medis, serta mendorong perusahaan lain untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan serupa.(Fia)
Editor : Mukhyidin khifdhi












