Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban tengah mematangkan rencana pembangunan fasilitas tambat labuh di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Proyek yang masuk dalam rencana pengadaan tahun anggaran 2026 ini diproyeksikan menelan anggaran sebesar Rp16,89 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Tuban.
Proyek Masuk Rencana Pengadaan 2026
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), proyek tersebut berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban.
Pekerjaan yang direncanakan tidak hanya mencakup pembangunan fisik tambat labuh, tetapi juga pembangunan gedung penunjang dua lantai dengan luas sekitar 500 meter persegi.
Proyek ini dikategorikan sebagai pekerjaan konstruksi dan direncanakan akan dilaksanakan melalui mekanisme tender terbuka.
Menunggu Izin Pemanfaatan Ruang Laut
Meski alokasi anggaran telah disiapkan, pelaksanaan proyek tersebut masih bergantung pada persetujuan pemerintah pusat, khususnya terkait izin pemanfaatan ruang laut.
Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu proses perizinan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Saat ini kami masih mengurus perizinan pemanfaatan ruang laut di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Proses tender belum bisa dilakukan sebelum seluruh perizinan tersebut dinyatakan clear,” ujar Eko saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (06/03/2026).
Tender Ditargetkan April 2026
Sesuai dengan jadwal perencanaan awal, tahap tender proyek ditargetkan dapat berlangsung pada April 2026.
Jika seluruh proses administrasi dan perizinan telah rampung, maka pekerjaan konstruksi diperkirakan dapat dimulai pada Mei hingga Oktober 2026.
Pembangunan tambat labuh ini dinilai strategis bagi penguatan sektor perikanan di wilayah pesisir Tuban, khususnya bagi nelayan yang beraktivitas di sekitar TPI Glondonggede.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi area sandar kapal yang lebih aman, sekaligus melindungi kapal nelayan dari potensi kerusakan akibat cuaca ekstrem di laut.
“Harapan kami, pembangunan ini dapat melindungi kapal-kapal nelayan dari dampak cuaca ekstrem di laut,” pungkas Eko. (Aj)
Editor : Kief












