Tuban – Kisah pilu dialami Kasmi (66), seorang nenek sebatang kara asal Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Setelah berbulan-bulan menjalani hidup di penampungan sosial, ia meninggal dunia di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Tuban pada Rabu pagi (24/06/2026).
Kasmi mengembuskan napas terakhir dalam kondisi sakit dan tanpa pendampingan keluarga inti. Sebelumnya, ia sempat ditemukan sebagai gelandangan di Kabupaten Gresik dan dipulangkan ke Tuban. Namun upaya pemerintah untuk menyerahkannya kembali kepada keluarga tidak membuahkan hasil karena pihak keluarga menolak menerimanya.
Diamankan Dinsos Gresik Saat Menjadi Gelandangan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemberdayaan Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Korban Tindak Kekerasan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) serta PMD Kabupaten Tuban, Hermawan, menjelaskan Kasmi pertama kali diamankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Gresik pada 20 Februari 2026.
Saat itu, Kasmi ditemukan dalam kondisi terlantar dan hidup sebagai gelandangan di wilayah Kabupaten Gresik. Setelah diketahui berasal dari Tuban, yang bersangkutan kemudian diserahkan kepada Dinsos Tuban untuk penanganan lebih lanjut.
“Kasmi diamankan Dinsos Gresik pada tanggal 20 Februari 2026 dan diserahkan kepada kami karena menjadi gelandangan di sana,” kata Hermawan kepada awak media.
Keluarga Menolak Saat Akan Dipulangkan
Setelah menerima Kasmi, Dinsos Tuban berupaya mengembalikan perempuan lanjut usia tersebut kepada keluarganya di Kecamatan Soko. Namun langkah tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Menurut Hermawan, pihak keluarga menolak menerima Kasmi sehingga pemerintah daerah terpaksa menempatkannya di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Tuban.
“Saat kami serahkan ke keluarganya, sama keluarganya ditolak,” ujarnya.
Penolakan tersebut membuat Kasmi harus menjalani hari-harinya di penampungan sosial tanpa kehadiran keluarga yang merawat maupun mendampinginya.
Kondisi Kesehatan Menurun dan Gagal Dikirim ke Panti Sosial
Dinsos Tuban sebenarnya sempat berencana memindahkan Kasmi ke panti sosial agar mendapatkan penanganan yang lebih memadai. Namun kondisi kesehatan lansia tersebut terus menurun sehingga rencana tersebut tidak dapat direalisasikan.
Karena alasan kesehatan, Kasmi akhirnya tetap tinggal di Rumah Perlindungan Sosial Tuban hingga akhir hayatnya.
“Jadi Kasmi ini sebelumnya sudah dalam kondisi sakit,” terang Hermawan.
Selama berada di RPS, petugas terus memberikan perawatan sesuai kemampuan yang tersedia sambil memantau kondisi kesehatannya.
Terkendala BPJS Saat Akan Dirujuk ke Rumah Sakit
Hermawan mengungkapkan pihaknya sempat berupaya merujuk Kasmi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Namun proses tersebut mengalami kendala administrasi karena Kasmi tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
Akibat kendala tersebut, perawatan terhadap Kasmi akhirnya dilakukan di lingkungan RPS sambil terus dipantau oleh petugas.
“Kemarin sempat kita rujuk ke rumah sakit, namun terkendala tidak punya BPJS,” jelasnya.
Pemkab Siap Fasilitasi Pemakaman Jika Keluarga Tidak Mengurus
Setelah meninggal dunia, jenazah Kasmi akan dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk penanganan lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Tuban juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila keluarga kembali tidak bersedia mengurus proses pemakaman.
Menurut Hermawan, pemerintah daerah akan memfasilitasi pemakaman agar almarhumah tetap mendapatkan hak untuk dimakamkan secara layak.
“Jika keluarga tidak mau mengurus, pemerintah akan memfasilitasi supaya Kasmi bisa dikebumikan,” tegasnya.
Akhir Hidup yang Menyisakan Keprihatinan
Kasmi diketahui tidak memiliki anak maupun keluarga inti yang mendampinginya di usia senja. Kondisi tersebut membuatnya menjalani kehidupan seorang diri hingga akhirnya terlantar di luar daerah.
Perjalanan hidupnya berakhir di sebuah penampungan sosial setelah berbulan-bulan berjuang melawan sakit. Kisah Kasmi menjadi potret keprihatinan mengenai nasib sebagian lansia terlantar yang harus menghadapi masa tua tanpa dukungan keluarga dan lingkungan terdekat.
Kini, di usia 66 tahun, Kasmi telah pergi. Seorang nenek sebatang kara yang menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya di penampungan sosial setelah ditolak keluarga saat hendak dipulangkan ke kampung halamannya. (Az)












