Situbondo – Dunia olahraga Situbondo kembali menorehkan prestasi membanggakan. Atlet muda berbakat, Sofie Aprilea, sukses mengibarkan bendera Kabupaten Situbondo di ajang Kejuaraan Karate Cup Bondowoso 2025, yang berlangsung di GOR BLK Bondowoso.
Ajang bergengsi tersebut diikuti ratusan atlet karate dari berbagai kabupaten di wilayah Tapal Kuda, antara lain Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi. Kompetisi berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final, mempertemukan para atlet muda terbaik di level pra pemula.
Tiga Medali dari Tiga Kategori
Dalam turnamen tersebut, Sofie Aprilea tampil luar biasa. Di bawah bimbingan pelatih utama Sensei Hafida, siswi Dojo Trengginas Situbondo ini sukses membawa pulang tiga medali sekaligus, yakni:
• Juara 1 Kata Beregu Pra Pemula Putri
• Juara 2 Kumite Pra Pemula Putri
• Juara 3 Kata Perorangan Pra Pemula Putri (kelas open)
Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi dan kedisiplinan latihan yang dijalankan Sofie bersama rekan-rekannya di Dojo Trengginas. Dalam setiap pertandingan, ia tampil percaya diri dan mampu menjaga ritme permainan dengan teknik yang matang.
Sensei Hafida menyebut, kunci keberhasilan Sofie terletak pada kombinasi antara mental juara dan disiplin latihan. “Ia fokus dan tangguh di setiap ronde,” singkatnya.
Dojo Trengginas, Kawah Candradimuka Atlet Muda Situbondo
Dojo Trengginas Situbondo memang bukan nama baru dalam dunia karate di Tapal Kuda. Sejak berdiri, dojo ini aktif membina anak-anak sejak usia dini agar memiliki karakter disiplin dan sportif melalui olahraga bela diri.
Program latihan rutin dilaksanakan dengan sistem pembinaan berjenjang, mulai dari teknik dasar hingga strategi pertandingan. Tak hanya mengejar kemenangan, para pelatih juga menanamkan nilai etika, sportivitas, dan rasa hormat antar-atlet.
Menurut catatan, dalam tiga tahun terakhir, Dojo Trengginas telah mengirimkan lebih dari 20 atlet untuk mengikuti kejuaraan regional dan provinsi, dengan sebagian besar membawa pulang medali. Keberhasilan Sofie menjadi bukti berlanjutnya tradisi juara tersebut.
Dukungan Keluarga dan Semangat Berlatih
Sofie sendiri mengaku bahwa dukungan orang tua menjadi sumber semangat utama. Sejak kecil, ia sudah tertarik pada dunia bela diri dan rutin mengikuti latihan tiga hingga empat kali seminggu.
“Setiap kali turun ke lapangan, saya ingin memberi yang terbaik,” ujarnya singkat dengan senyum.
Keluarga Sofie juga aktif mendampingi setiap kali ia bertanding. Kehadiran mereka di tribun menjadi energi tambahan bagi sang atlet muda untuk tampil maksimal.
Motivasi Menuju Level Nasional
Bagi Sofie, kemenangan di Bondowoso bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju tantangan yang lebih besar. Ia bertekad untuk terus berlatih dan memperkuat teknik agar bisa menembus kejuaraan tingkat provinsi, bahkan nasional.
“Target berikutnya adalah Piala Gubernur atau Kejurprov,” ujar pelatih Hafida optimistis.
Dukungan serupa juga datang dari pengurus Dojo Trengginas. Mereka berharap pemerintah daerah ikut memperhatikan potensi atlet muda, terutama dalam penyediaan fasilitas dan pembiayaan untuk kejuaraan luar kota.
Karate sebagai Jalan Pembinaan Karakter
Lebih dari sekadar olahraga, karate di Situbondo menjadi wadah pembinaan karakter bagi anak-anak dan remaja. Melalui disiplin latihan, mereka belajar arti ketekunan, menghormati lawan, dan mengendalikan diri.
Dojo Trengginas dan dojo-dojo lain di Situbondo berperan besar dalam melahirkan generasi muda yang kuat secara fisik dan mental. Pemerhati olahraga lokal menilai, pembinaan yang konsisten seperti ini akan menjadi modal penting bagi Situbondo untuk bersaing di ajang olahraga tingkat provinsi dan nasional.
Keberhasilan Sofie Aprilea menjadi inspirasi bagi karateka muda lainnya di Situbondo. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari masyarakat serta pemerintah daerah, bukan tidak mungkin Situbondo kelak akan menjadi gudang atlet bela diri berprestasi di Jawa Timur. (Az)
Editor : Kief












