Tantangan Pengawasan dan Kepatuhan Kontraktor: Kualitas Infrastruktur Tuban Disorot

- Reporter

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keruskan TPT di ruas Mander-Plajan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Keruskan TPT di ruas Mander-Plajan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Upaya Pemerintah Kabupaten Tuban meningkatkan pembangunan infrastruktur melalui program “Bangun Desa Noto Kota” sejak 2020 memang membawa banyak perubahan. Jalan-jalan desa mulai diperbaiki, TPT dibangun, dan akses antarwilayah diperkuat. Namun di balik masifnya pembangunan, muncul tantangan besar yang belum teratasi: lemahnya pengawasan, rendahnya kepatuhan kontraktor, dan kualitas pekerjaan yang masih jauh dari ideal.

Pembangunan Masif, Minim Pengawasan

Liputansatu.id menemukan bahwa pengawasan di sejumlah lokasi masih belum mampu memastikan proyek berjalan sesuai standar. Minimnya monitor konsultan dan dinas teknis membuat wilayah pelosok menjadi titik rawan. Di lokasi-lokasi inilah kontraktor dengan mudah menurunkan kualitas pekerjaan karena merasa aman dari pantauan.
Dampaknya terlihat jelas: beberapa proyek bernilai besar mengalami kerusakan hanya dalam hitungan bulan setelah selesai dibangun.

Proyek Mander–Plajan: Dana Miliaran, Kualitas Dipertanyakan

Salah satu temuan yang menonjol adalah kerusakan pada proyek peningkatan jalan serta pembangunan TPT di ruas Mander–Plajan, Kecamatan Tambakboyo. Proyek senilai Rp 1,1 miliar dari APBD 2024 ini sudah mengalami jebol di banyak titik, padahal baru selesai pada November 2024.
Jono, petani yang tinggal di dekat lokasi, mengatakan kerusakan itu dibiarkan cukup lama.
“Rusaknya sudah lama. Akhirnya ditandai pakai pohon supaya tahu kalau jalannya jebol,” ujarnya.
Wahyudi, pengguna jalan, juga mengapresiasi pembangunan, namun menyayangkan kualitas yang tidak bertahan lama.
“Baru setahun kok sudah rusak, kerikilnya keluar semua,” keluhnya.
Kerusakan cepat ini memperlihatkan dua hal: standar kualitas yang dipertanyakan dan lemahnya pengawasan yang seharusnya mencegah kerusakan dini.

Kepatuhan Kontraktor Jadi Sorotan

Beberapa kontraktor dinilai belum sepenuhnya mematuhi spesifikasi teknis. Dugaan penggunaan material di bawah standar menguat, terutama pada proyek yang jauh dari pantauan pejabat.
Temuan di Desa Plajan semakin mempertegas indikasi ini. Sebuah papan proyek DAK 2023 dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan terlihat dipasang di pohon jati, tetapi fisik bangunannya tidak ditemukan di lokasi. Ketidaksesuaian ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kepatuhan kontraktor maupun kejelasan pelaksanaan proyek.

Pemkab: Pengawasan Proyek Akan Diperketat

Kepala Dinas PUPR PRKP Tuban, Agung Supriyadi, membenarkan adanya kerusakan pada ruas Mander–Plajan dan menyebutkan penyebab utama berasal dari kendaraan bermuatan berat.
“Sudah diperiksa tim UPTD. Penyebabnya kendaraan dengan muatan berat. Ke depan akan diperkuat lagi,” jelas Agung.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan proses pengawasan dan kualitas pekerjaan, terutama pada proyek-proyek yang berlangsung di luar area pusat kota. Pemerintah menyadari tantangan besar yang kini harus dibenahi, mulai dari proses lelang, kepatuhan kontraktor, hingga pengawasan berkelanjutan.

Warga Minta Transparansi dan Pengawasan Berlapis

Bagi warga, kerusakan dini yang terjadi berulang kali mengindikasikan adanya masalah struktural dalam manajemen proyek infrastruktur. Mereka berharap pemerintah benar-benar memperkuat sistem pengawasan, bukan hanya pada tahap akhir, tetapi sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan.
Masyarakat juga meminta adanya mekanisme pengawasan berlapis, seperti:
• pemeriksaan mendadak di wilayah terpencil,
• transparansi progres pekerjaan,
• publikasi daftar kontraktor beserta rekam jejaknya,
• dan sanksi tegas bagi penyedia jasa yang melanggar spesifikasi.

Pengawasan dan Kualitas Harus Jadi Fokus Utama

Tantangan pengawasan, kepatuhan kontraktor, dan kualitas pekerjaan kini menjadi isu sentral dalam pembangunan infrastruktur Tuban. Tanpa perbaikan mendasar pada aspek ini, pembangunan yang masif berisiko tidak memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan justru membebani APBD dengan perbaikan berulang.
Program “Bangun Desa Noto Kota” memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada ketegasan pemerintah dalam memastikan pengawasan ketat, kualitas pekerjaan sesuai standar, dan kepatuhan kontraktor terhadap aturan teknis. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee