Situbondo – Tabir kematian tragis seorang bidan di Kabupaten Situbondo akhirnya mulai terkuak. Polisi menetapkan Ahmad Rizky Hidayaturrahman (32) sebagai tersangka pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Murtafia Rafika Devi (34), yang sebelumnya ditemukan tak bernyawa di dalam saluran drainase di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.
Perempuan yang sehari-hari bertugas sebagai bidan di RSUD Besuki itu diduga menjadi korban amarah dan kecemburuan suaminya sendiri. Setelah melakukan aksinya, tersangka memilih menyerahkan diri ke Polda Jawa Timur sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Situbondo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Tersangka Menyerahkan Diri ke Polisi
Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Selimat mengungkapkan bahwa tersangka telah diamankan dan resmi ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan.
“Pelaku sudah kami amankan. Baru tiba pukul 05.00 WIB tadi,” kata AKP Selimat.
Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku menghabisi nyawa istrinya seorang diri tanpa bantuan pihak lain. Polisi juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut.
Polisi Dalami Motif Cemburu
Kepada penyidik, Ahmad Rizky mengaku nekat melakukan pembunuhan karena diliputi rasa cemburu yang berlebihan hingga berkembang menjadi sakit hati terhadap korban.
Namun demikian, polisi masih terus mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya di balik aksi yang mengakhiri nyawa seorang tenaga kesehatan itu.
“Sesuai keterangan sementara yang disampaikan pelaku, motifnya karena cemburu. Namun masih kami dalami lebih lanjut,” ujar AKP Selimat.
Penemuan Jasad Sempat Gegerkan Warga
Kasus ini sebelumnya menggemparkan warga Banyuglugur setelah sesosok perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam drainase di Desa Kalianget pada Sabtu malam. Kondisi penemuan korban yang tidak wajar langsung memunculkan dugaan adanya tindak pidana pembunuhan.
Belakangan diketahui korban adalah Murtafia Rafika Devi, warga Kecamatan Besuki yang dikenal sebagai bidan aktif di RSUD Besuki. Kabar kematiannya sontak mengejutkan keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok tenaga kesehatan yang mengabdikan diri melayani warga.
Polisi Masih Lengkapi Alat Bukti
Kini, penyidik Satreskrim Polres Situbondo masih terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami kronologi lengkap peristiwa tersebut. Polisi juga berupaya mengungkap secara detail rangkaian kejadian yang berujung pada kematian tragis korban sebelum jasadnya ditemukan di saluran drainase.
Di balik peristiwa tersebut, tersisa duka mendalam bagi keluarga korban yang kehilangan seorang ibu, istri, sekaligus tenaga kesehatan yang selama ini mengabdikan diri untuk masyarakat. (Fia)