Tertancap Sabit Sendiri, Petani di Bojonegoro Meninggal Dunia

- Reporter

Selasa, 22 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Polsek Purwosari dan Tim Inafis Polres Bojonegoro saat melakukan olah TKP di areal pertanian desa setempat, (Ist).

Petugas dari Polsek Purwosari dan Tim Inafis Polres Bojonegoro saat melakukan olah TKP di areal pertanian desa setempat, (Ist).

Bojonegoro – Nasib naas dialami oleh SND (50), warga Dusun Nglegok, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai petani itu meninggal dunia usai tertancap sabit yang dibawanya sendiri.

Kepala Dusun Nglegok, Dwi Prasetyo menjelaskan, jika peristiwa tersebut bermula saat korban menyetir sepeda motor dengan membawa sabit saat hendak pulang ke rumahnya. Diduga karena ban bagian depan selip, sehingga SND ini terjatuh.

“Mungkin karena selip ban diantara pasangan cor balok di area sawah, sehingga sepeda motor korban selip oleng ke kiri dan terperosok ke sawah,” ungkap Dwi Prasetyo.

Namun nahas, sabit yang dibawa korban mengenai pangkal paha yang menyebabkan luka robek sepanjang 17 centimeter dan sedalam ±7 centimeter, sehingga mengakibatkan otot besar di bagian paha korban tersebut terputus.

“Korban biasa menyetir sambil membawa sabit ditangan kiri, sehingga saat terjatuh dari motor sabit mengenai pangkal paha. Korban meninggal diduga karena kehabisan darah,” jelasnya.

Senada dengan Dwi Prasetyo, Kepala Desa Ngrejeng, Arif Andika juga menambahkan, bahwa pihak kepolisian Polsek Purwosari sudah datang ke lokasi dan melakukan pengecekan. Namun saat berada di rumah duka, keluarga SND menolak jika dilakukan otopsi.

“Peristiwa tadi sudah di tangani pihak kepolisian sama dokter. Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi, sehingga jenazah diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan,” pungkasnya.

Editor : Silvy

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee