Bojonegoro – Nasib naas dialami oleh SND (50), warga Dusun Nglegok, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai petani itu meninggal dunia usai tertancap sabit yang dibawanya sendiri.
Kepala Dusun Nglegok, Dwi Prasetyo menjelaskan, jika peristiwa tersebut bermula saat korban menyetir sepeda motor dengan membawa sabit saat hendak pulang ke rumahnya. Diduga karena ban bagian depan selip, sehingga SND ini terjatuh.
“Mungkin karena selip ban diantara pasangan cor balok di area sawah, sehingga sepeda motor korban selip oleng ke kiri dan terperosok ke sawah,” ungkap Dwi Prasetyo.
Namun nahas, sabit yang dibawa korban mengenai pangkal paha yang menyebabkan luka robek sepanjang 17 centimeter dan sedalam ±7 centimeter, sehingga mengakibatkan otot besar di bagian paha korban tersebut terputus.
“Korban biasa menyetir sambil membawa sabit ditangan kiri, sehingga saat terjatuh dari motor sabit mengenai pangkal paha. Korban meninggal diduga karena kehabisan darah,” jelasnya.
Senada dengan Dwi Prasetyo, Kepala Desa Ngrejeng, Arif Andika juga menambahkan, bahwa pihak kepolisian Polsek Purwosari sudah datang ke lokasi dan melakukan pengecekan. Namun saat berada di rumah duka, keluarga SND menolak jika dilakukan otopsi.
“Peristiwa tadi sudah di tangani pihak kepolisian sama dokter. Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi, sehingga jenazah diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan,” pungkasnya.
Editor : Silvy












