Situbondo – Tiga ruang kelas di SD Negeri 9 Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan material atap yang lapuk. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo memastikan bahwa rehabilitasi sekolah tersebut telah dimasukkan ke dalam rencana anggaran tahun 2026.
Plt Kepala SDN 9 Kilensari, Zainatul Kiptiyah, mengatakan kerusakan terjadi secara bertahap. Ruang kelas lima ambruk pada Sabtu (15/11) malam setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat, disusul kerusakan pada plafon dan rangka kayu ruang kelas empat dan enam pada Senin (17/11) sore.
“Pada malam Minggu hujan lebat membuat atap ruang kelas lima ambruk total. Sementara bagian plafon serta rangka kayu ruang kelas empat dan enam juga ikut rusak karena lapuk,” jelasnya, Selasa (18/11/2025).
Menurut Kiptiyah, kondisi ketiga ruang kelas tersebut memang sudah lama mengkhawatirkan. Selama setahun terakhir, ruang kelas empat, lima, dan enam tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena rangka kayu atap yang rapuh dan berpotensi membahayakan siswa.
“Tahun 2024 kami sudah mengajukan rehabilitasi, tapi belum terealisasi. Tahun ini juga mengajukan kembali,” ujarnya.
Pembelajaran Dipindah ke Ruang Darurat
Agar proses belajar tetap berlangsung, pihak sekolah memindahkan siswa ke ruang perpustakaan dan mushala sekolah. Kedua ruangan itu kini difungsikan sementara sebagai kelas untuk siswa kelas empat, lima, dan enam.
“Selama tiga ruang kelas itu rusak dan tak layak pakai, siswa terpaksa belajar di mushala dan perpustakaan,” tambah Kiptiyah.
Disdikbud Situbondo: Sudah Masuk Anggaran Revitalisasi 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Situbondo, Sopan Efendi, membenarkan bahwa pengajuan perbaikan dari pihak sekolah telah diterima dan langsung ditindaklanjuti. Tim teknis dinas juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan.
“Pihak sekolah sudah mengajukan usulan, dan kami masukkan ke rencana revitalisasi tahun depan. Tim juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Menurut Sopan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat pemenuhan sarana pendidikan yang layak, terutama bagi sekolah yang mengalami kerusakan fisik.
“Kami menegaskan komitmen untuk mempercepat penyediaan sarana pendidikan yang aman dan nyaman, terutama bagi sekolah-sekolah yang bangunannya berpotensi membahayakan keselamatan,” tutupnya. (Fia)
Editor : Kief












