Situbondo – Bagi tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Senin (11/08/2025) menjadi hari penuh tantangan. Sejak pagi buta, mereka dihadapkan pada misi tidak biasa: menyelamatkan seekor sapi yang terperosok ke dalam septic tank sedalam 10 meter di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.
Panggilan Darurat Dipagi Buta
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa laporan masuk sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, warga panik karena sapi milik Hasanah (57) terjatuh saat hendak diberi makan oleh Maryani (63), sang perawat ternak.
“Kami langsung bergerak ke lokasi dengan membawa peralatan vertical rescue. Ini bukan evakuasi hewan pertama kami, tapi kedalamannya dan kondisi lubang membuat misi ini cukup ekstrem,” kata Puriyono, yang akrab disapa Ipong.
Medan Sulit: Lubang Sempit dan Hewan Panik
Sesampainya di lokasi, tim mendapati lubang septic tank dengan kedalaman sekitar 10 meter dan lebar hanya 1,5 meter. Sapi berada di dasar lubang, berdiri di lumpur, dan tampak ketakutan.
“Tantangannya bukan hanya bobot sapi yang besar, tapi juga gerakannya yang terus-menerus. Saat diikat, dia memberontak, sehingga kita harus hati-hati supaya tidak melukai hewan dan anggota tim,” jelas Ipong.
Teknologi dan Tenaga Manual Berkolaborasi
Evakuasi dilakukan dengan menggabungkan kekuatan katrol mesin dan teknik vertical rescue. Tim harus menurunkan anggota ke dasar lubang untuk memasang tali pengikat khusus di bagian tubuh sapi yang aman.
“Kita butuh koordinasi yang presisi. Satu tim di bawah mengikat, tim di atas menarik dengan bantuan mesin. Kalau tali terlalu kencang, bisa mencederai sapi. Kalau terlalu longgar, sapi bisa lepas,” ujar salah satu anggota tim.
Tujuh Jam yang Menguras Tenaga
Proses dimulai pukul 06.00 WIB dan baru berakhir pukul 12.00 WIB. Setiap menitnya, tim harus mengatur strategi ulang karena pergerakan sapi yang sulit diprediksi.
“Keringat bercucuran, tenaga terkuras, tapi semua fokus pada satu hal, mengeluarkan sapi dengan selamat. Begitu sapi berhasil diselamatkan, rasa lelah langsung hilang,” tutur Ipong sambil tersenyum lega.
Warga yang menyaksikan proses tersebut merasa lega dan berterima kasih atas kerja keras tim penyelamat.
“Bersyukur sapi saya bisa diselamatkan, karena sapi ini satu-satunya yang saya punya. Terimakasih kepada tim rescue,,” kata Hasanah, pemilik sapi.
Peran BPBD dalam Penanganan Kejadian Tak Terduga
Kasus seperti ini menjadi salah satu bentuk respons cepat BPBD terhadap kejadian darurat non-bencana. Meski biasanya menangani bencana alam, tim BPBD juga kerap terlibat dalam penyelamatan hewan yang terjebak atau berada dalam situasi berbahaya.
Puriyono mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kandang hewan ternak. “Pastikan lubang atau sumur tertutup rapat, apalagi jika lokasinya dekat dengan kandang. Hal ini untuk menghindari kejadian serupa,” ujarnya.(Fia)
Editor : Kief












