Bojonegoro – Tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan ini dipengaruhi oleh tingginya curah hujan serta limpahan air dari wilayah hulu.
Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, per Selasa (25/2/2025) pukul 19.00 WIB, elevasi air di Karangnongko tercatat mencapai 27.78 meter dan mengalami kenaikan. Di wilayah Kota Bojonegoro, TMA juga mengalami peningkatan menjadi 12.96 meter, mendekati batas siaga 2 yang berada di angka 13.06 meter.
Selain itu, di beberapa titik lainnya, TMA juga mengalami kenaikan, di antaranya:
- Padangan: 22.29 meter (naik)
- Babat: 6.98 meter (naik)
- Karang Geneng: 3.48 meter (naik)
- BG Sembayat: Hulu 1.65 meter (naik), hilir 1.60 meter
- Kuro: 1.60 meter (naik)
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menetapkan status Sungai Bengawan Solo pada level siaga 1 atau siaga hijau untuk mengantisipasi kemungkinan banjir.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksono, mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Warga sekitar bantaran sungai sebaiknya bersiap jika terjadi kenaikan air, baik untuk penyelamatan diri maupun barang berharga. Semoga tidak sampai terjadi banjir,” ujarnya, Selasa (25/2/2025).
Selain itu, Heru memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah menyiapkan langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.
“Insyaallah kami siap menghadapi banjir Bengawan Solo, baik dari segi personel maupun logistik,” pungkasnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan, masyarakat di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo diimbau untuk terus memantau perkembangan tinggi muka air.
BPBD bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan siap mengambil tindakan jika terjadi peningkatan status. Warga diharapkan tetap tenang namun waspada, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi keadaan darurat.(Pur)
Editor : Mukhyidin khifdhi












