Tuban – Peningkatan volume sampah selama Ramadan hingga libur Lebaran membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban harus bekerja ekstra keras. Lonjakan ini tidak tanggung-tanggung, bahkan mencapai hingga tiga kali lipat dari kondisi normal.
Pada hari biasa, sampah yang diangkut dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berada di kisaran 105 hingga 115 ton per hari. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban.
Namun, memasuki momen Ramadan dan Idulfitri, volume sampah meningkat tajam seiring tingginya aktivitas konsumsi masyarakat.
Ritase Armada Ditambah, Petugas Kerja Lebih Intens
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLHP Tuban meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah. Jika sebelumnya armada hanya beroperasi dua kali sehari, kini ditingkatkan menjadi tiga kali, termasuk pada siang hari.
Dalam satu kali angkut, satu unit truk mampu membawa sekitar enam meter kubik atau setara 1,5 ton sampah. Dengan penambahan ritase ini, total angkutan per hari per truk meningkat dari sekitar tiga ton menjadi empat hingga lima ton.
Langkah ini dilakukan agar penumpukan sampah di TPS tidak semakin parah selama periode libur panjang.
Taman Kota dan Alun-Alun Jadi Penyumbang Sampah Terbesar
Tidak hanya dari kawasan permukiman, lonjakan sampah juga terjadi di sejumlah ruang publik. Taman kota dan alun-alun menjadi titik paling ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.
Aktivitas rekreasi, berkumpul, hingga tradisi open house turut menyumbang peningkatan volume sampah secara signifikan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 DLHP Tuban, Arwin Mustofa, menyebutkan bahwa momen Lebaran memang selalu menjadi periode paling berat bagi petugas kebersihan.
“Sejak malam takbiran hingga setelah salat Id, volume sampah meningkat drastis. Petugas harus bekerja lebih intens untuk mengangkut sampah dari TPS,” ujarnya, Senin (30/03/2026).
TPS Perkotaan Alami Lonjakan Paling Parah
Sejumlah TPS di kawasan perkotaan tercatat mengalami peningkatan volume sampah paling tinggi. Di antaranya TPS Kebonsari, Pasar Sore, Ronggomulyo, dan Pasar Pramuka.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pusat aktivitas ekonomi dan keramaian menjadi titik paling rentan terhadap penumpukan sampah saat Lebaran.
Fenomena Tahunan, Warga Diminta Lebih Peduli
DLHP Tuban menegaskan bahwa lonjakan sampah saat Lebaran merupakan fenomena rutin yang terjadi setiap tahun. Meski demikian, peran masyarakat tetap sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Kesadaran dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya dinilai menjadi kunci utama agar permasalahan sampah tidak semakin memburuk di tengah tingginya aktivitas masyarakat. (Az)












