Tuban — Kecelakaan lalu lintas berujung maut terjadi di Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Depot Mas Budi, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jumat (18/09/2026) sekitar pukul 23.10 WIB.
Seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial DBN warga Kecamatan Tuban, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya terlibat kecelakaan beruntun. Dalam peristiwa tersebut, sepeda motor korban terlebih dahulu menabrak seorang pejalan kaki yang berada di badan jalan, sebelum kemudian masuk ke lajur berlawanan dan bertabrakan dengan sebuah Toyota Avanza.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban, Ipda Rizky Dwi Prasetyo, menjelaskan kecelakaan bermula ketika DBN mengendarai Honda Vario bernomor polisi S-8229-IM dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kecelakaan dengan seorang pejalan kaki bernama MI,(11), yang berada di badan jalan yang saat itu diduga merupakan salah seorang bagian dari rombongan grup tongklek.
Benturan tersebut membuat sepeda motor korban terpelanting ke sisi kanan hingga masuk ke lajur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah selatan menuju utara melaju mobil penumpang Toyota Avanza bernomor polisi L-1170-ACY yang dikemudikan Arif Dwi Kurniawan,(32).
Tabrakan pun tak dapat dihindarkan. Sepeda motor korban kembali mengalami benturan dengan mobil tersebut.
Akibat rangkaian kecelakaan itu, DBN meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara MI mengalami luka-luka. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD dr. R. Koesma Tuban untuk mendapatkan penanganan.
“Korban masuk ke kolong mobil dan meninggal dunia di TKP,” ujar Rizky.
Dari penanganan awal di lokasi, polisi mengidentifikasi kecelakaan tersebut sebagai rangkaian tabrakan antara kendaraan dengan pejalan kaki dan kendaraan lain. Dua kendaraan yang terlibat juga mengalami kerusakan material dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta.
Petugas Satlantas Polresta Tuban langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, mencari serta mengamankan barang bukti termasuk juga rekaman CCTV, dan memeriksa keterangan yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, faktor manusia menjadi salah satu hal yang diduga berpengaruh dalam kecelakaan tersebut. Polisi menduga pengendara Honda Vario kurang berhati-hati dan kurang penuh berkonsentrasi terhadap kondisi di depannya.
“Dugaan sementara pengendara sepeda motor kurang hati-hati dan kurang penuh konsentrasi terhadap yang ada di depannya,” kata Rizky.
Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir penyebab kecelakaan. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan bagaimana kecelakaan tersebut terjadi.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kendaraan yang terlibat, STNK, dan SIM, untuk mendukung proses penyelidikan.
Sementara itu, terkait keberadaan rombongan kesenian tongklek di sekitar lokasi sebagaimana disebut dalam informasi awal, penyidik masih perlu memastikan posisi masing-masing pihak dan rangkaian pergerakan sebelum kecelakaan terjadi.
Hal tersebut penting untuk memastikan secara utuh bagaimana kontak awal antara sepeda motor dengan pejalan kaki hingga kendaraan korban kemudian masuk ke lajur berlawanan dan bertabrakan dengan Toyota Avanza.
Hingga kini, Satlantas Polresta Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi serta faktor yang memengaruhi kecelakaan maut tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan bermotor, agar selalu menjaga konsentrasi, meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan dan pengguna jalan lainnya, serta mematuhi ketentuan lalu lintas untuk menghindari kecelakaan.
“Tetap tingkatkan kewaspadaan khususnya bagi kendaraan bermotor dijalan. Dan selalu patuhi aturan berlalu lintas,” pungkasnya. (Aj/Kiev)
Editor : Mukhyidin Khifdi












