Tuban – Sebuah truk kontainer bermuatan air kemasan terguling di jalur alternatif penghubung Tuban–Bojonegoro–Cepu, tepatnya di turunan curam kawasan Sigro, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, pada Jumat (09/05/2025) dini hari. Kecelakaan ini menyebabkan arus lalu lintas dari arah Tuban menuju Blora mengalami kemacetan total hingga beberapa jam.
Truk Meluncur Tak Terkendali di Jalan Menurun
Truk bernomor polisi B 9668 CCQ yang dikemudikan Robi Rukmana bersama kernetnya, Ibnu Mas’ud, diketahui berangkat dari Pasuruan, Jawa Timur, dengan tujuan akhir Rembang, Jawa Tengah. Kendaraan besar tersebut membawa muatan penuh berupa air minum dalam kemasan.
Namun, saat melintasi kawasan Sigro yang dikenal memiliki kontur jalan menurun dan berkelok, diduga sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi alias rem blong. Akibatnya, truk meluncur bebas tanpa kendali hingga akhirnya terguling ke sisi kanan jalan.
Kecelakaan Menyebabkan Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Warga
Truk yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam tiang listrik dan menabrak pohon di sisi jalan. Bahkan, bagian belakang truk sempat menyenggol bangunan rumah milik warga bernama Sahri. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik setempat dan kerugian material bagi pemilik rumah.
“Kejadiannya sekitar pukul 00.17 WIB. Waktu itu saya dengar suara benturan keras. Katanya sopirnya enggak hafal medan, cuma mengandalkan Google Maps buat navigasi,” ujar Bambang, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Jalan Tertutup Total, Muatan Air Berserakan
Kondisi truk yang terguling melintang di badan jalan membuat akses utama dari Tuban ke Cepu tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Muatan air kemasan pun berserakan dan sebagian rusak akibat benturan.
Hingga pukul 08.00 WIB, evakuasi belum juga dilakukan karena keterbatasan alat berat di lokasi. Sopir dan kernet telah meminta bantuan kepada Pemerintah Desa Banyuurip agar segera mengupayakan alat berat untuk memindahkan truk dari badan jalan.
Warga dan Pengendara Terpaksa Cari Jalur Alternatif
Situasi ini membuat banyak pengendara harus memutar arah dan mencari jalur alternatif melalui wilayah Bojonegoro atau Jatirogo. Beberapa warga sekitar turut membantu mengatur arus lalu lintas agar tidak semakin kacau.
“Ini jalur penting buat kendaraan berat dan angkutan barang dari timur ke barat. Kalau sampai tertutup lama, dampaknya bisa ke mana-mana,” tambah Bambang.
Polisi Lakukan Penanganan Awal dan Hitung Kerugian
Kapolsek Senori, Iptu Sujarwo, membenarkan kejadian tersebut. Setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya segera menerjunkan anggota ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara.
“Petugas kami sudah berada di lokasi sejak subuh untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kemacetan lebih parah. Dugaan awal, penyebab kecelakaan adalah rem blong. Untuk kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 21.500.000,” ungkap Iptu Sujarwo.
Evaluasi Jalur Sigro: Perlu Peringatan dan Penanganan Serius
Kecelakaan di turunan Sigro bukan kali pertama terjadi. Warga dan pengguna jalan menilai perlu adanya peningkatan pengamanan di titik rawan tersebut, termasuk pemasangan rambu peringatan lebih jelas, pengecekan rutin kondisi jalan, serta edukasi bagi pengemudi agar lebih waspada saat melintasi daerah rawan.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












