Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Waspada! 463 Kasus DBD di Tuban, Tujuh Meninggal – Anak Sekolah Paling Rentan

- Reporter

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis Kasus DBD di Kabupaten Tuban,( Gambar: (Infografis).

Infografis Kasus DBD di Kabupaten Tuban,( Gambar: (Infografis).

TUBAN – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tuban menjadi perhatian serius. Hingga 23 Mei 2025, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mencatat 463 kasus DBD, dengan tujuh korban jiwa yang dinyatakan meninggal dunia.
Lonjakan ini dikaitkan erat dengan musim hujan yang berkepanjangan, menciptakan kondisi ideal bagi berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran virus dengue.

Naik Dibanding Tahun Lalu, Kasus DBD 2025 Jadi Sorotan

Menurut Kepala Dinkes P2KB Tuban, Esti Surahmi, kasus DBD tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

“Tahun lalu per tanggal yang sama tercatat 444 kasus. Tahun ini sudah 463 kasus. Artinya ada kenaikan,” jelas Esti saat diwawancarai, Jumat (30/05/2025).
Meningkatnya kasus ini menunjukkan bahwa pencegahan dan kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama. Esti juga menegaskan perlunya gerak cepat dan sinergi antarwarga dan pemerintah dalam menekan penyebaran penyakit ini.

Berdasarkan data epidemiologi Dinkes Tuban, kelompok usia 6 hingga 14 tahun adalah yang paling banyak terinfeksi DBD. Ini disebabkan oleh:
• Aktivitas anak-anak di luar rumah
• Lingkungan sekolah yang kurang bersih
• Minimnya kesadaran tentang pencegahan gigitan nyamuk

“Anak-anak sekolah cenderung lebih aktif di luar ruangan dan tidak memakai pelindung diri seperti lotion anti-nyamuk atau pakaian tertutup,” kata Esti.

Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu

Musim hujan yang berlangsung lebih lama dari biasanya menyebabkan banyak genangan air, terutama di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat umum lainnya. Inilah yang membuat lingkungan menjadi lembap dan menjadi tempat ideal untuk telur nyamuk menetas dan berkembang biak.
Esti menambahkan bahwa perubahan iklim global juga turut andil dalam memperpanjang musim hujan dan meningkatkan risiko penyakit tropis seperti DBD.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk kembali menggiatkan gerakan 3M Plus, yakni:
• Menguras tempat penampungan air
• Menutup rapat semua tempat penyimpanan air
• Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk
• Plus langkah tambahan seperti menabur larvasida, menggunakan kelambu, atau memasang kawat nyamuk

“Mari kita basmi DBD bersama-sama. Kunci pencegahan ada pada kesadaran setiap rumah tangga,” tegas Esti.

Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik Didorong Kembali

Untuk mendukung pemberantasan sarang nyamuk secara menyeluruh, Dinkes juga mendorong warga ikut dalam program “1 Rumah 1 Jumantik”. Program ini menekankan pentingnya pengawasan jentik secara berkala di setiap rumah, terutama pada tempat-tempat yang sering luput dari perhatian seperti bak mandi, pot tanaman, dan talang air.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi akibat DBD. Jika ada anggota keluarga mengalami demam tinggi mendadak selama lebih dari dua hari, disertai dengan nyeri otot, mual, atau muncul bintik merah, segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta
Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi
Lapangan Kerja Terbatas, 73 Warga Tuban Pilih Merantau ke Hong Kong dan Taiwan
Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban
DPRD Tuban Minta Evaluasi Debu Klinker SBI yang Dikeluhkan Warga
Bangunan SDN Kuthorejo 3 Tuban Roboh, Dinas Pendidikan Pastikan Tidak Ada Korban

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:43 WIB

Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:36 WIB

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:46 WIB

Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:02 WIB

Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban

Berita Terbaru

Tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan di PT Swabina Gatra Rembang diamankan di Polsek Jatirogo, Tuban. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa training card, sertifikat kompetensi, bukti transfer, serta perlengkapan kerja yang diduga digunakan untuk meyakinkan korban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:36 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id