Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Lapangan Kerja Terbatas, 73 Warga Tuban Pilih Merantau ke Hong Kong dan Taiwan

- Reporter

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI) bersiap berangkat ke luar negeri melalui bandara internasional. Hong Kong dan Taiwan menjadi dua negara tujuan yang paling diminati warga Tuban, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI) bersiap berangkat ke luar negeri melalui bandara internasional. Hong Kong dan Taiwan menjadi dua negara tujuan yang paling diminati warga Tuban, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Tuban – Bekerja di luar negeri masih menjadi pilihan banyak warga Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat di dalam negeri, puluhan warga memilih merantau sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan harapan memperoleh penghasilan yang lebih baik.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban mencatat sebanyak 73 warga Tuban telah diberangkatkan menjadi PMI selama periode Januari hingga Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, 44 orang merupakan perempuan, sedangkan 29 lainnya laki-laki. Mayoritas berangkat ke sejumlah negara tujuan yang dinilai masih menawarkan peluang kerja dan pendapatan yang menjanjikan.
Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Rochman Ubaid, mengatakan Hong Kong dan Taiwan menjadi dua negara yang saat ini paling banyak diminati oleh calon pekerja migran asal Tuban.
“Yang lagi tren sekarang Hong Kong sama Taiwan,” ujar Rochman, Kamis (04/06/2026).

Faktor Ekonomi Jadi Alasan Utama

Menurut Rochman, sebagian besar calon PMI berasal dari kelompok usia produktif, terutama awal 20-an tahun. Faktor ekonomi masih menjadi alasan dominan yang mendorong mereka mencari pekerjaan di luar negeri.
“Rata-rata karena ingin memperbaiki ekonomi keluarga. Mereka melihat peluang penghasilan di luar negeri lebih besar dibandingkan bekerja di Indonesia,” jelasnya.
Untuk pekerja perempuan, sektor domestik masih mendominasi penempatan, seperti pengasuh anak dan pendamping lanjut usia. Sementara pekerja laki-laki banyak terserap di sektor industri manufaktur, konstruksi hingga perkebunan.

Disnakerin Pastikan Proses Keberangkatan Sesuai Aturan

Rochman menegaskan setiap calon PMI wajib mengikuti pelatihan keterampilan dan memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalani.
Selain itu, seluruh dokumen administrasi harus melalui proses verifikasi sebelum keberangkatan. Setelah melakukan pengajuan melalui sistem daring, calon PMI akan dipanggil ke kantor Disnakerin untuk pemeriksaan berkas secara langsung.
Pemeriksaan tersebut meliputi perjanjian kerja, sertifikat kompetensi, izin perusahaan penyalur hingga persetujuan keluarga.
“Kami memastikan semua dokumen lengkap, mulai perjanjian kerja, sertifikat keterampilan hingga izin keluarga sebelum diterbitkan ID PMI,” terangnya.

Jumlah PMI Diperkirakan Meningkat

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah keberangkatan PMI asal Tuban pada awal tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu lima bulan saja, angka keberangkatan telah menembus lebih dari 70 orang.
Disnakerin Tuban juga mengingatkan masyarakat agar mengurus seluruh proses keberangkatan melalui jalur resmi dan tidak mudah tergiur tawaran kerja ilegal yang berpotensi merugikan calon pekerja migran.
Selain itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh pelayanan administrasi penerbitan identitas PMI tidak dipungut biaya apa pun.
Peningkatan jumlah pekerja migran ini menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Tuban untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, terutama di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia di daerah. (Az)

Berita Terkait

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta
Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi
Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban
DPRD Tuban Minta Evaluasi Debu Klinker SBI yang Dikeluhkan Warga
Bangunan SDN Kuthorejo 3 Tuban Roboh, Dinas Pendidikan Pastikan Tidak Ada Korban

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:59 WIB

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:43 WIB

Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:36 WIB

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:46 WIB

Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi

Berita Terbaru

Tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan di PT Swabina Gatra Rembang diamankan di Polsek Jatirogo, Tuban. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa training card, sertifikat kompetensi, bukti transfer, serta perlengkapan kerja yang diduga digunakan untuk meyakinkan korban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:36 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id