Situbondo – Kehadiran ribuan jemaah dalam Haul Masyayikh yang digelar Jemaah Sholawat Nariyah Ittisholana di Alun-alun Kabupaten Situbondo tidak hanya menjadi momentum mengenang para ulama, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar-santri dan masyarakat dari berbagai daerah.
Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Gus Kautsar, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri. Menurutnya, Haul Masyayikh merupakan bentuk nyata rasa syukur para santri kepada para guru yang telah berjasa membimbing dan mengenalkan mereka kepada Allah SWT.
“Ini adalah perwujudan rasa syukur dari kita, para santri, kepada guru-guru kita. Sejak dahulu kami selalu diajarkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para masyayikh atas segala jasa dan pengorbanan mereka yang telah mengantarkan kita mengenal Allah SWT,” ujar Gus Kautsar, Minggu (19/07/2026).
Haul Jadi Ajang Silaturahmi Santri dan Masyarakat
Menurut Gus Kautsar, tradisi haul bukan sekadar mengenang jasa para ulama yang telah wafat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara santri, kiai, habaib, dan masyarakat dalam semangat ukhuwah Islamiyah.
“Haul seperti ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi kita semua. Di sini kita dipertemukan kembali dalam semangat mencintai ulama, menjaga tradisi pesantren, dan memperkuat persaudaraan,” katanya.
Ajak Jemaah Istiqamah Mengamalkan Sholawat Nariyah
Dalam kesempatan itu, Gus Kautsar juga mengajak seluruh jemaah untuk terus istiqamah mengamalkan Sholawat Nariyah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, amalan tersebut telah diyakini oleh banyak ulama memiliki berbagai keutamaan dan menjadi salah satu ikhtiar spiritual dalam memohon keberkahan kepada Allah SWT.
“Kita selalu berharap, baik untuk diri kita sendiri maupun seluruh jemaah, semoga diberikan keistiqamahan dalam mewiridkan Sholawat Nariyah. Apa pun bentuknya, Sholawat Nariyah telah diyakini oleh banyak ulama memiliki khasiat dan keutamaan yang sangat besar,” ungkapnya.
Menjaga Adab kepada Guru dan Melestarikan Tradisi Pesantren
Haul Masyayikh Jemaah Sholawat Nariyah Ittisholana di Situbondo menjadi momentum spiritual yang mempertemukan ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain diisi doa bersama dan pembacaan Sholawat Nariyah, kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga adab kepada guru, mencintai para ulama, serta melestarikan tradisi keilmuan pesantren sebagai bekal membangun generasi yang berakhlak dan religius. (Fia)












