Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Tren PMI Tuban Meningkat, Bekerja ke Luar Negeri Kini Jadi Strategi Sejahtera

- Reporter

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pekerja migran asal Tuban bersiap berangkat ke luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan, dengan latar aktivitas bandara dan berbagai sektor pekerjaan seperti konstruksi dan perhotelan, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Ilustrasi pekerja migran asal Tuban bersiap berangkat ke luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan, dengan latar aktivitas bandara dan berbagai sektor pekerjaan seperti konstruksi dan perhotelan, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Tuban – Perubahan pola pikir masyarakat dalam mencari pekerjaan kian terlihat. Bekerja ke luar negeri kini tidak lagi dipandang sebagai opsi terakhir, melainkan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Fenomena ini tercermin dari meningkatnya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tuban dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah PMI Terus Meningkat

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 344 warga berangkat ke luar negeri. Dari jumlah tersebut, 154 orang melalui skema penempatan perusahaan (P3MI), sementara 190 lainnya berangkat melalui jalur mandiri dan program antar pemerintah (G2G).
Kepala Disnakerin Tuban, Rohman Ubaid, mengungkapkan bahwa peningkatan ini didorong oleh keinginan masyarakat untuk segera memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang lebih menjanjikan.
“Motivasi utamanya karena ingin cepat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” ujarnya.

Tren tersebut berlanjut pada awal tahun 2026. Hingga akhir Februari, tercatat sebanyak 22 calon PMI tengah menjalani proses pemberangkatan. Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri masih relatif stabil.

Negara Tujuan Mulai Bergeser

Tak hanya dari sisi jumlah, pergeseran juga terjadi pada negara tujuan. Jika sebelumnya Malaysia menjadi tujuan utama, kini para pekerja asal Tuban mulai melirik negara lain seperti Taiwan, Hong Kong, Turki, hingga Arab Saudi. Perubahan ini dipengaruhi oleh kebijakan di Malaysia yang sempat membatasi sejumlah sektor pekerjaan bagi tenaga kerja asing.

Di sisi lain, jenis pekerjaan yang digeluti PMI juga semakin beragam. Tidak lagi didominasi sektor domestik, para pekerja kini mulai merambah bidang konstruksi hingga perhotelan yang dinilai memiliki peluang pengembangan keterampilan lebih luas.

Sebelum diberangkatkan, para calon PMI dibekali berbagai pelatihan, mulai dari peningkatan keterampilan kerja, kemampuan bahasa, hingga kesiapan fisik dan mental. Langkah ini dilakukan guna memastikan mereka mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Pemerintah Perketat Perlindungan

Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan bagi para PMI. Disnakerin Tuban memperketat pengawasan, khususnya terkait kelengkapan dokumen serta keamanan negara tujuan.
“Kami tidak akan merekomendasikan penempatan ke negara yang sedang berkonflik. Keselamatan warga menjadi prioritas,” tegas Ubaid.

Dengan tren yang terus meningkat serta penguatan sistem perlindungan, keberangkatan PMI diharapkan tidak hanya menjadi solusi ekonomi jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. (Az)

Berita Terkait

“Awalnya Cuma Ingin Terlihat Keren”: Seperempat Pemuda Tuban Jadi Perokok Aktif,
6 Proyek Ahsana di Tuban Disebut Bermasalah, DPRD Bongkar Fakta Mengejutkan
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
IPAL Tak Sesuai Standar, BGN Setop Sementara 11 Dapur MBG di Tuban
Bukan Pocong, Warga Tuban Ngaku Diteror Modus “Gendam” Berkedok Sales LPG dan Sasar Lansia
Tiga Tahun Marak, Polres Tuban Akhirnya Bongkar Sindikat Pencurian Sapi dan Tangkap Pelaku
Polres Tuban Ungkap Dua Kasus Narkoba Besar, Sita Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi
Nelayan Jangkar Situbondo yang Hilang Kontak di Perairan Sapudi Ditemukan Selamat, Perahu Rusak

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:28 WIB

“Awalnya Cuma Ingin Terlihat Keren”: Seperempat Pemuda Tuban Jadi Perokok Aktif,

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:36 WIB

6 Proyek Ahsana di Tuban Disebut Bermasalah, DPRD Bongkar Fakta Mengejutkan

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:03 WIB

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:22 WIB

IPAL Tak Sesuai Standar, BGN Setop Sementara 11 Dapur MBG di Tuban

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:12 WIB

Tiga Tahun Marak, Polres Tuban Akhirnya Bongkar Sindikat Pencurian Sapi dan Tangkap Pelaku

Berita Terbaru

Kapolsek Parengan IPTU Ramelan saat melakukan pertemuan dengan perwakilan PT NESR untuk meminta klarifikasi terkait kepulan asap putih yang sempat menyebar ke permukiman warga Desa Selogabus, Tuban, Jumat (29/05/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Diduga Gas Bocor? Asap Tebal PT NESR Sapu Permukiman Warga Tuban

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:04 WIB

Ilistrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan anak-anak sekolah sedang menikmati makanan bergizi, grafik kenaikan program MBG, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Nasional

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:03 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id