Petugas Gabungan Gerebek Eks Lokalisasi Cangkring Tuban

- Reporter

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan dari Satpol PP, Polri, TNI, Subdenpom, dan DLHP Kabupaten Tuban melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengunjung saat operasi penertiban di kawasan eks lokalisasi Cangkring, Kecamatan Rengel, Sabtu (18/07/2026) malam, (Assayid Annazili/Liputansatu.id ).

Petugas gabungan dari Satpol PP, Polri, TNI, Subdenpom, dan DLHP Kabupaten Tuban melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengunjung saat operasi penertiban di kawasan eks lokalisasi Cangkring, Kecamatan Rengel, Sabtu (18/07/2026) malam, (Assayid Annazili/Liputansatu.id ).

Tuban – Aktivitas hiburan malam di kawasan eks lokalisasi Cangkring, Dusun Popohan, Desa Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, kembali menjadi sorotan. Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas gabungan menggelar operasi penertiban pada Sabtu (18/7/2026) malam.
Operasi tersebut melibatkan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Polri, TNI, Subdenpom, serta personel Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP). Kegiatan diawali dengan apel kesiapan sekitar pukul 19.30 WIB sebelum petugas bergerak menuju lokasi.

Diduga Masih Beroperasi sebagai Tempat Karaoke

Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan eks lokalisasi Cangkring masih terdapat sejumlah rumah yang disewakan dan diduga dimanfaatkan sebagai tempat karaoke.
Informasi yang dihimpun menyebutkan terdapat sekitar 30 bangunan yang diduga menyediakan fasilitas karaoke, termasuk ruangan khusus yang digunakan pengunjung. Di lokasi tersebut juga diduga terjadi penjualan dan konsumsi minuman beralkohol, mulai dari minuman tradisional hingga produk pabrikan.
Namun, rombongan petugas baru tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Kondisi itu diduga membuat sebagian aktivitas telah berhenti sebelum pemeriksaan dilakukan.

Dua Rumah Karaoke Ditemukan Beroperasi

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas mendapati beberapa pengunjung yang sedang berkaraoke. Selain itu, ditemukan pula sejumlah botol minuman beralkohol, di antaranya Anggur Merah dan Bir Bintang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang diterima beberapa hari sebelumnya.
“Sebenarnya kegiatan ini berawal dari laporan masyarakat beberapa hari yang lalu. Kami melakukan pemetaan terlebih dahulu dan memang betul ada aktivitas di sini,” ujar Sutaji.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua rumah yang digunakan sebagai tempat karaoke. Pemilik bangunan selanjutnya akan dipanggil ke Kantor Satpol PP untuk menjalani proses pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan Akan Terus Dilakukan

Sutaji menegaskan pemerintah daerah tidak menginginkan kawasan eks lokalisasi Cangkring kembali beroperasi sebagai pusat hiburan malam.
Karena itu, Satpol PP memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan. Apabila di kemudian hari ditemukan pelanggaran serupa, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengambil langkah penegakan sesuai peraturan yang berlaku.

Warga Berharap Penertiban Tidak Bersifat Sementara

Operasi gabungan tersebut menarik perhatian warga sekitar. Puluhan masyarakat tampak menyaksikan proses pemeriksaan yang dilakukan petugas, sementara para pengunjung yang berada di lokasi didata sebelum diperbolehkan meninggalkan kawasan.
Masyarakat berharap penertiban tidak berhenti pada operasi sesaat. Warga menginginkan pengawasan dilakukan secara konsisten agar kawasan eks lokalisasi Cangkring tidak kembali menjadi lokasi aktivitas hiburan malam yang dinilai meresahkan lingkungan.
Harapan tersebut muncul karena kawasan itu telah beberapa kali menjadi sasaran penertiban. Namun, aktivitas karaoke dan dugaan penjualan minuman beralkohol disebut masih berulang dengan memanfaatkan rumah-rumah yang disewakan di kawasan eks lokalisasi tersebut. (Aj)

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
Ribuan Umat Padati HUT YM Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 di Tuban

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terbaru