Tuban – Tembok rumah, pagar, pintu, hingga papan informasi publik di berbagai sudut kota tak lagi bersih. Coretan-coretan tak jelas memenuhi ruang publik dan properti warga, seolah menjadi “tanda eksistensi” tanpa tanggung jawab. Fenomena vandalisme ini kini kian meresahkan masyarakat.
Bukan hanya fasilitas umum, rumah pribadi pun ikut menjadi sasaran. Warga harus menanggung kerugian, mulai dari biaya pengecatan ulang hingga rasa kesal karena ruang tinggalnya dirusak.
Alfiani, salah satu warga Tuban, mengaku geram karena tembok rumahnya yang baru saja dicat kembali menjadi korban aksi tangan jahil.
“Ini tembok rumah saya baru saja saya cat, dicoret-coret kayak gini,” keluhnya.
Fasilitas Publik Ikut Rusak, Informasi Tertutup Coretan
Keluhan serupa juga disampaikan Rizki. Ia menyoroti bagaimana fasilitas publik yang seharusnya membantu masyarakat justru dirusak tanpa alasan jelas.
“Saya lihat papan-papan informasi jurusan di halte itu dicoret-coret, apa sih untungnya,” ujarnya.
Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga mengganggu fungsi informasi yang dibutuhkan masyarakat, terutama pengguna transportasi umum.
Fenomena ini memperlihatkan persoalan yang lebih dalam: ruang publik yang seharusnya menjadi milik bersama justru diperlakukan tanpa rasa memiliki. Vandalisme bukan lagi sekadar coretan, melainkan cerminan rendahnya kesadaran sosial.
Satpol PP Turun Tangan, Patroli Dimulai Malam Ini
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Tuban, Sutaji, memastikan pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas.
“Mulai nanti malam akan langsung kami lakukan patroli,” ujarnya kepada Liputansatu.id, Senin (13/04/2026).
Patroli akan difokuskan pada titik-titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya pelaku vandalisme.
Jika ditemukan pelaku, mereka tidak hanya diberi teguran, tetapi juga dikenai sanksi sosial.
Sutaji menegaskan, pelaku akan diminta bertanggung jawab dengan mengecat ulang tembok atau fasilitas yang telah dirusak. Langkah ini diharapkan memberikan efek jera sekaligus edukasi langsung.
Pemuda Diminta Salurkan Kreativitas Secara Positif
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong para pemuda untuk menyalurkan kreativitas mereka ke arah yang lebih positif. Seni grafiti, misalnya, bisa menjadi karya bernilai jika dilakukan di tempat yang tepat dan dengan izin.
Masyarakat pun diminta berperan aktif. Jika menemukan aksi vandalisme, warga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindak.
Fenomena vandalisme di Tuban kini menjadi pengingat: ketika ruang publik tidak dijaga bersama, maka kerugian akan dirasakan semua pihak. Kota bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga cerminan perilaku warganya.(Az)












