Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Viral Polisi Pukul Driver Ojol di Situbondo, Propam Pastikan Bukan karena Perselingkuhan

- Reporter

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Situbondo memberikan klarifikasi terkait insiden oknum polisi yang memukul driver ojek online di Kecamatan Mangaran. Kasus tersebut dipastikan terjadi karena kesalahpahaman dan kini masih diproses oleh Propam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Polres Situbondo memberikan klarifikasi terkait insiden oknum polisi yang memukul driver ojek online di Kecamatan Mangaran. Kasus tersebut dipastikan terjadi karena kesalahpahaman dan kini masih diproses oleh Propam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Insiden yang melibatkan oknum anggota kepolisian dengan seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang sempat viral di media sosial, dipastikan terjadi karena kesalahpahaman dan bukan dipicu isu perselingkuhan seperti yang ramai diperbincangkan publik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/04/2026) dini hari saat pengemudi ojol berinisial NH mengantarkan seorang penumpang perempuan berinisial A ke rumah milik Brigadir DK.
Situasi mulai memanas ketika penumpang tersebut masuk ke dalam rumah tanpa izin dengan cara memanjat pagar dan masuk melalui pintu dapur, sementara NH menunggu di luar rumah.
Brigadir DK yang sedang beristirahat terbangun dan mendapati orang asing berada di dalam rumahnya. Ia kemudian langsung mengusir perempuan tersebut. Ketegangan pun berlanjut hingga ke luar rumah dan memicu adu mulut.

Polisi Curiga Rumahnya Sedang Diamati

Dalam situasi tersebut, Brigadir DK menemukan riwayat pesan singkat yang menunjukkan bahwa NH sempat memotret kondisi rumahnya dan mengirimkannya kepada penumpang wanita tersebut. Hal itu memicu kecurigaan bahwa rumahnya sedang diamati.
Terpancing emosi, Brigadir DK kemudian melakukan pemukulan terhadap NH menggunakan tangan kosong.

Propam Tegaskan Tidak Ada Unsur Perselingkuhan

Kasi Propam Polres Situbondo, Ipda I Komang Adi Aryama, menegaskan bahwa kejadian ini murni karena kesalahpahaman dan tidak berkaitan dengan isu pribadi seperti perselingkuhan.
“Ini murni kesalahpahaman. Tidak ada kaitannya dengan isu perselingkuhan. Status yang bersangkutan juga sudah duda,” ujarnya, Sabtu (25/04/2026).

Komunitas Driver Ojol Kawal Mediasi

Pada Kamis siang, puluhan driver ojol dari berbagai komunitas mendatangi Mapolres Situbondo. Kedatangan mereka difasilitasi pihak kepolisian untuk melakukan mediasi secara terbuka.
Hasil mediasi menunjukkan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Brigadir DK juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada NH dan memberikan kompensasi sebagai pengganti penghasilan selama masa pemulihan.
“Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara kekkeluargaan. Brigadir DK menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada NH dan memberikan kompensasi sebagai pengganti penghasilan selama masa pemulihan. Meski telah tercapai kesepakatan damai dan laporan telah dicabut, proses internal terhadap Brigadir DK tetap berjalan,” kata Ipda I Komang.

Proses Internal Tetap Berjalan

Menindaklanjuti insiden tersebut, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Situbondo langsung melakukan pemeriksaan terhadap Brigadir DK sebagai bagian dari komitmen penegakan disiplin internal di tubuh Polri.
Ipda I Komang menegaskan institusi tidak akan mentoleransi pelanggaran disiplin anggotanya.
“Proses tetap berjalan di Propam. Ini bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalitas dan akuntabilitas anggota,” tegasnya. (Fia)

Berita Terkait

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal
Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Aktivitas cucian pasir kuarsa di Kecamatan Jenu Tuban yang dinilai mencemari sungi yang ada  di lingkungan sekitar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id