Jembatan Penghubung Antardesa di Mojosari Ambruk, Akses Warga Mojokerto Terputus Total

- Reporter

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, ambruk pada Selasa (3/12/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.(Ist)

Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, ambruk pada Selasa (3/12/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.(Ist)

MOJOKERTO, JATIM – Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, ambruk pada Selasa (3/12/2024) sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadian ini menyebabkan akses jalan antara Desa Kedunggempol dan Desa Kebondalem terputus total, mengganggu aktivitas warga setempat.

Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2,5 meter itu rusak parah setelah salah satu penyangga di sisi utara longsor akibat tergerus arus sungai. Kerusakan yang mengakibatkan badan jembatan jatuh ke sungai ini membuat kendaraan dan pejalan kaki tidak dapat melintas.

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida Soesetyo, mengungkapkan bahwa ambruknya jembatan disebabkan oleh kondisi struktur yang sudah rapuh ditambah adanya sumbatan sampah di bawahnya. Hal ini mempercepat pengikisan bantalan jembatan.

“Jembatan ini sudah dalam kondisi rapuh. Adanya sumbatan sampah di bawah jembatan turut menggerus bantalan penyangga, sehingga menyebabkan jembatan putus,” jelas Yo’i.

Kerusakan ini berdampak signifikan pada aktivitas warga, terutama di Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol, dan Dusun Lontar, Desa Kebondalem. Jalan tersebut merupakan jalur utama bagi masyarakat menuju desa tetangga maupun area persawahan.

Para siswa SDN Kedunggempol dan MI Lontar kini harus memutar sejauh 3,6 kilometer melalui Desa Jotangan untuk sampai ke sekolah. Begitu pula para petani yang hendak ke sawah mereka di Dusun Lontar.

“Akses ini sangat vital bagi warga. Sekarang mereka harus memutar melalui Desa Jotangan, yang tentunya memakan waktu dan biaya lebih banyak,” tambah Yo’i.

Menanggapi bencana ini, BPBD Kabupaten Mojokerto segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk merumuskan langkah penanganan. Pihak BPBD juga telah menurunkan tim untuk membersihkan sisa-sisa material jembatan dan sampah yang menyumbat aliran sungai.

Rencana perbaikan jembatan akan menjadi prioritas, mengingat pentingnya akses ini bagi kegiatan ekonomi dan pendidikan warga.

“Upaya penanganan darurat sedang kami koordinasikan. Kami harap masyarakat dapat bersabar sambil menunggu proses perbaikan berlangsung,” pungkas Yo’i.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur dan pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan yang lebih besar di masa depan.

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:35 WIB

Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:19 WIB

Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee