Diduga Cemari Udara, Kepulan Asap Hitam di Kawasan Industri Tuban Dikeluhkan Warga

- Reporter

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengaku telah berbulan-bulan menyaksikan kepulan asap hitam dari salah satu perusahaan di Kawasan Industri Tuban. Mereka meminta pengelola kawasan dan instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan emisi memenuhi baku mutu lingkungan, (Ist).

Warga mengaku telah berbulan-bulan menyaksikan kepulan asap hitam dari salah satu perusahaan di Kawasan Industri Tuban. Mereka meminta pengelola kawasan dan instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan emisi memenuhi baku mutu lingkungan, (Ist).

TUBAN – Keluhan mengenai dugaan pencemaran udara kembali mencuat di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sejumlah warga mengaku resah dengan kemunculan kepulan asap hitam yang disebut berasal dari salah satu cerobong perusahaan di Kawasan Industri Tuban (KIT). Fenomena itu, menurut warga, telah berlangsung selama berbulan-bulan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara serta dampaknya bagi kesehatan masyarakat.

Menurut keterangan warga, asap berwarna hitam itu kerap membumbung tinggi sebelum terbawa angin menuju kawasan permukiman. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan pengendalian emisi.

Warga Desa Socorejo Minta Pengelola Kawasan Bersikap Aktif

Salah seorang warga Desa Socorejo, Yono, menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap pengelola Kawasan Industri Tuban mengambil langkah aktif dengan menelusuri sumber emisi dan berkoordinasi dengan perusahaan yang diduga menjadi penyebab munculnya asap hitam.

Menurut dia, keberadaan kawasan industri seharusnya diikuti dengan pengawasan lingkungan yang ketat agar aktivitas produksi tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat sekitar.

“KIT harus turun tangan dengan kondisi di wilayahnya. Jangan sampai warga yang bergerak dan membuat situasi tidak kondusif,” ujar Yono, Selasa (28/7/2026).

Ia mengatakan, fenomena kepulan asap hitam bukan terjadi sekali atau dua kali, melainkan telah berulang dalam beberapa bulan terakhir.

“Jangan hanya mencari untung saja. Tapi asapnya disuruh hirup warga sekitar,” katanya.

Pengendalian Emisi Menjadi Kewajiban Perusahaan

Secara regulasi, setiap pelaku usaha wajib memenuhi ketentuan mengenai perlindungan lingkungan hidup, termasuk pengendalian pencemaran udara.

Kewajiban tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Kedua regulasi itu mengharuskan perusahaan memenuhi baku mutu emisi dan melakukan pengelolaan lingkungan agar aktivitas industri tidak menimbulkan pencemaran yang melampaui ambang batas.

Apabila hasil pengawasan membuktikan adanya pelanggaran terhadap baku mutu emisi atau kewajiban lingkungan lainnya, perusahaan dapat dikenai sanksi administratif, kewajiban pemulihan lingkungan, hingga proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, dugaan pencemaran udara perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pengukuran emisi oleh instansi yang berwenang, sehingga penyebab serta tingkat kepatuhannya dapat dipastikan berdasarkan data.

Pengawasan Lingkungan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan pengelola Kawasan Industri Tuban, perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan diwajibkan menerapkan sistem pengelolaan lingkungan, termasuk melakukan pemantauan kualitas udara emisi maupun udara ambien secara berkala.

Selain itu, perusahaan juga diwajibkan menjaga agar emisi tetap berada di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah serta menyediakan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Penerapan kewajiban tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memastikan aktivitas industri dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan di sekitar kawasan.

Pengelola Kawasan Siapkan Penelusuran

Menanggapi keluhan warga yang juga disertai rekaman video kepulan asap hitam, manajemen Kawasan Industri Tuban menyatakan akan melakukan penelusuran.

Direktur KIG, Retno Sulistijowati, mengatakan laporan masyarakat akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan tim terkait untuk mengidentifikasi sumber kepulan asap dan melakukan verifikasi di lapangan.

“Perihal keluhan warga akan kami koordinasikan dengan tim,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari perusahaan yang diduga menjadi sumber kepulan asap tersebut. Sementara itu, proses penelusuran oleh pengelola kawasan masih berlangsung.

Warga Menanti Hasil Verifikasi

Keluhan warga Socorejo menambah daftar persoalan lingkungan yang kerap muncul di kawasan industri. Di satu sisi, keberadaan industri memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Namun di sisi lain, kepatuhan terhadap standar lingkungan menjadi prasyarat agar aktivitas industri tidak mengorbankan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Karena itu, hasil verifikasi terhadap dugaan kepulan asap hitam menjadi penting, bukan hanya untuk menjawab keresahan warga, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas industri berlangsung sesuai ketentuan lingkungan hidup yang berlaku. (Az/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi
Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Tuban, Enggan Komentari Pembangunan Yang Belum Rampung
Bolos Saat Jam Pelajaran, Enam Siswa di Tuban Digiring Kembali ke Sekolah
Kayuh Sepeda Demi Bertemu Ayah di Tahanan, Kisah Bocah di Situbondo Mengundang Haru
Kemunculan Dugaan Babi Ngepet di Desa Mliwang Hebohkan Warga Tuban
Misteri Kematian Massal Ribuan Ikan di Bekas Tambang Tuban, DLHP Siapkan Uji Laboratorium
Marak Tambang Ilegal Rusak Lingkungan, Satpol PP Sidak Wilayah Bancar Tuban
Simulasi Gempa Besar di Surabaya, Tim Urban SAR Basarnas Berjibaku Selamatkan Korban

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:05 WIB

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Tuban, Enggan Komentari Pembangunan Yang Belum Rampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:09 WIB

Diduga Cemari Udara, Kepulan Asap Hitam di Kawasan Industri Tuban Dikeluhkan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:52 WIB

Bolos Saat Jam Pelajaran, Enam Siswa di Tuban Digiring Kembali ke Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:18 WIB

Kayuh Sepeda Demi Bertemu Ayah di Tahanan, Kisah Bocah di Situbondo Mengundang Haru

Berita Terbaru