Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Kayuh Sepeda Demi Bertemu Ayah di Tahanan, Kisah Bocah di Situbondo Mengundang Haru

- Reporter

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak berusia 10 tahun datang seorang diri ke Mapolres Situbondo dengan mengayuh sepeda. Ia hanya ingin bertemu ayahnya yang kini menjalani proses hukum sebagai tahanan titipan. Pertemuan singkat di balik jeruji itu menyisakan pelajaran tentang kasih sayang keluarga di tengah proses penegakan hukum, (Ist).

Seorang anak berusia 10 tahun datang seorang diri ke Mapolres Situbondo dengan mengayuh sepeda. Ia hanya ingin bertemu ayahnya yang kini menjalani proses hukum sebagai tahanan titipan. Pertemuan singkat di balik jeruji itu menyisakan pelajaran tentang kasih sayang keluarga di tengah proses penegakan hukum, (Ist).

SITUBONDO – Suasana di ruang tahanan Polres Situbondo mendadak berubah haru ketika seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun datang seorang diri dengan mengendarai sepeda gunung. Tujuannya sederhana, tetapi sarat makna: melepas rindu kepada sang ayah yang kini berstatus tahanan titipan di Polres Situbondo.

Bocah berinisial BG itu tiba di Mapolres dengan mengenakan jersey Real Madrid berwarna ungu bernomor punggung tujuh. Tanpa didampingi orang tua, ia mendatangi pos penjagaan dan berusaha menyampaikan maksud kedatangannya kepada petugas.

Tangis Pecah di Pos Penjagaan

Kedatangan BG menarik perhatian anggota kepolisian yang sedang bertugas. Saat ditanya keperluannya, bocah itu tampak gugup. Ia lebih banyak mengangguk dan menggeleng sebelum akhirnya tak mampu lagi menahan tangis.

Di hadapan petugas, BG mengaku sangat merindukan ayahnya yang sudah beberapa waktu berada di ruang tahanan.

Melihat kondisi psikologis anak tersebut, petugas kemudian berkoordinasi dan memutuskan memberikan kesempatan bagi BG untuk bertemu ayahnya. Sebelum memasuki ruang tahanan, petugas juga memberikan penguatan agar ia tetap semangat dan terus mendoakan sang ayah.

Pelukan Singkat di Balik Jeruji Polres Situbondo

Momen paling emosional terjadi ketika pintu ruang tahanan Polres Situbondo dibuka. Sang ayah telah menunggu dari balik jeruji besi.

Tanpa banyak percakapan, BG langsung memeluk ayahnya sambil menangis. Sang ayah membalas pelukan itu dengan mata berkaca-kaca. Pertemuan singkat tersebut berlangsung dalam suasana hening dan disaksikan sejumlah anggota kepolisian yang berjaga.

Meski hanya berlangsung beberapa saat, pertemuan itu menjadi pelepas rindu bagi seorang anak yang selama ini hanya dapat menunggu kepulangan ayahnya.

Setelah berbincang sejenak, BG berpamitan untuk kembali pulang.

Ibu Mengaku Tak Mengetahui Anaknya Pergi ke Polres

Ibu BG, Ningrum Suliati, mengaku tidak mengetahui putranya pergi ke Mapolres Situbondo.

Menurutnya, saat itu BG hanya berpamitan bermain seperti biasanya. Namun hingga beberapa waktu ia tak kunjung pulang sehingga membuat keluarga khawatir.

Sesampainya di rumah, BG langsung memeluk ibunya sambil menangis dan menceritakan bahwa dirinya baru saja bertemu sang ayah di ruang tahanan.

Ningrum mengatakan putranya merupakan anak ketiga yang memiliki kedekatan emosional sangat kuat dengan ayahnya sehingga kerinduan tersebut mendorongnya berangkat sendiri tanpa sepengetahuan keluarga.

Polisi Utamakan Pendekatan Kemanusiaan

Humas Polres Situbondo, Slamet Yuwono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan BG datang seorang diri dengan mengendarai sepeda dan menangis di depan Mapolres.

Setelah mengetahui maksud kedatangannya, petugas mempertimbangkan kondisi psikologis anak tersebut dan akhirnya mengizinkan pertemuan dengan ayahnya yang sedang menjalani proses hukum.

Menurut Slamet, keputusan itu diambil atas dasar pertimbangan kemanusiaan tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.

Usai pertemuan, petugas memberikan makanan ringan dan uang saku kepada BG sebelum mengantarnya hingga keluar dari lingkungan Mapolres untuk memastikan ia dapat pulang dengan aman.

Anak Kerap Menjadi Pihak yang Ikut Menanggung Dampak

Peristiwa ini menunjukkan bahwa sebuah perkara hukum tidak hanya berdampak pada tersangka, tetapi juga menyentuh kehidupan keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anak.

Dalam banyak kasus, anak menjadi pihak yang merasakan kehilangan figur orang tua, meski mereka tidak terlibat dalam persoalan hukum yang dihadapi keluarganya. Karena itu, pendekatan yang memperhatikan aspek psikologis anak tetap menjadi bagian penting dalam pelayanan publik, termasuk di lingkungan penegakan hukum.

Di balik proses hukum yang harus berjalan sesuai aturan, kisah BG mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan tetap memiliki ruang. Sebab, bagi seorang anak, pelukan singkat kepada ayahnya sering kali jauh lebih berarti daripada kata-kata. (Fia/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Kebakaran di Klotok Tuban : Remaja 13 Tahun Alami Luka Bakar 85 Persen
Karyawan Vendor PT SIG Tuban Curi Torsi Hidrolik Senilai 1,7 M Rupiah
Pulang dari Laut, Nelayan Tuban Meregang Nyawa di Atas Kapal KM JITU
Tongkang Terbalik di Laut TPPI Tuban, Bawa Alat Pancang Proyek Breakwater
Baru Sebulan Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Memakan Korban
Rekayasa Ring Road Tuban Bikin Waswas Pengendara
Warga Socorejo Geruduk SIG Tuban
Polemik Warga Pongpongan Masuk Desil 6, ULP PLN Tuban Beri Penjelasan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:14 WIB

Kebakaran di Klotok Tuban : Remaja 13 Tahun Alami Luka Bakar 85 Persen

Sabtu, 19 September 2026 - 19:23 WIB

Karyawan Vendor PT SIG Tuban Curi Torsi Hidrolik Senilai 1,7 M Rupiah

Sabtu, 19 September 2026 - 15:02 WIB

Pulang dari Laut, Nelayan Tuban Meregang Nyawa di Atas Kapal KM JITU

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

Tongkang Terbalik di Laut TPPI Tuban, Bawa Alat Pancang Proyek Breakwater

Kamis, 17 September 2026 - 20:22 WIB

Baru Sebulan Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Memakan Korban

Berita Terbaru

Gedung utama PT SIG Tuban tampak malam hari (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Karyawan Vendor PT SIG Tuban Curi Torsi Hidrolik Senilai 1,7 M Rupiah

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:23 WIB

Seorang siswa Sekolah Rakyat Tuban mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setelah terluka dalam insiden ambruknya material pada bagian luar asrama, Rabu (16/09/2026), (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Peristiwa

Baru Sebulan Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Memakan Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:22 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu