Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

“Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”, Gus Lilur Soroti Kepemimpinan PBNU Pasca Muktamar ke-35

- Reporter

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur saat menyampaikan pandangannya dalam sebuah podcast Forum Keadilan. Dalam kesempatan itu, ia kembali menggulirkan slogan

HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur saat menyampaikan pandangannya dalam sebuah podcast Forum Keadilan. Dalam kesempatan itu, ia kembali menggulirkan slogan "Ber-NU Tanpa Ber-PBNU" dan menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan PBNU pasca Muktamar NU ke-35, (sc/Podcast forum keadilan).

Jombang – HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur kembali melontarkan slogan “Ber-NU Tanpa Ber-PBNU” usai pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Melalui pernyataan tertulis yang disebarkannya, Gus Lilur menegaskan bahwa menjadi warga NU tidak harus identik dengan mengikuti dinamika maupun kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Slogan tersebut bukan kali pertama disampaikan Gus Lilur. Ia mengaku pertama kali memperkenalkannya pada Januari 2022, tidak lama setelah Muktamar ke-34 NU di Lampung. Saat itu, menurutnya, gagasan tersebut menuai banyak kritik dan cibiran dari kalangan warga NU.

Namun kini, ia menilai slogan tersebut kembali menemukan relevansinya setelah muncul berbagai dinamika internal PBNU dalam beberapa tahun terakhir hingga pasca Muktamar ke-35.

“Ber-NU selamanya, ber-PBNU sekedarnya,” tulis Gus Lilur dalam pernyataannya.

Menurut Gus Lilur, “Ber-NU” yang ia maksud adalah menjalankan ajaran Islam sesuai manhaj Nahdlatul Ulama, yakni bermazhab Syafi’i, beraqidah Asy’ariyah, dan bertasawuf mengikuti Imam Junaid Al-Baghdadi maupun Imam Al-Ghazali. Ia menegaskan tiga prinsip tersebut dapat diamalkan tanpa harus terikat dengan struktur organisasi PBNU.

Ia menyebut pendidikan keagamaan yang diterimanya berasal dari para kiai alim di lingkungan NU, sehingga menurutnya nilai-nilai ke-NU-an tidak bergantung pada kepengurusan PBNU.

Dalam pernyataannya, Gus Lilur juga menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan PBNU, khususnya kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Ia mempertanyakan kapasitas keilmuan Rais Aam dan menyebut pernah membuat dua video yang mengomentari pidato KH Miftachul Akhyar, yakni pidato penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan dan pidato pembukaan Muktamar ke-35 di Tambakberas.

Gus Lilur mengklaim video tersebut dibuat sebagai bentuk kritik atas isi pidato yang dinilainya mengandung kekeliruan. Ia juga mengaku pernah menyebarluaskan kritik tersebut melalui puluhan media.

Atas dasar itu, Gus Lilur menyatakan dirinya memilih mengusung slogan “Ber-NU Tanpa Ber-PBNU” sebagai bentuk sikap terhadap kepemimpinan PBNU yang menurutnya tidak mencerminkan otoritas keilmuan sebagaimana tradisi NU.

Pernyataan Gus Lilur muncul tidak lama setelah Muktamar ke-35 NU di Tambakberas menetapkan kepemimpinan baru PBNU periode 2026–2031 melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Muktamar tersebut menjadi salah satu agenda terbesar NU yang diwarnai dinamika pemilihan pengurus dan pembahasan berbagai keputusan organisasi.

Hingga artikel ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari PBNU maupun pihak Rais Aam KH Miftachul Akhyar terkait pernyataan dan kritik yang disampaikan Gus Lilur. (Fia)

Berita Terkait

Saran Ringan UU Politik 2029: Anas Urbaningrum Usul Aturan Pemilu Segera Direvisi, Pilpres dan Pileg Dipisah
Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban
Dandim Tuban Buka Kompetisi Beach Open 2026
Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam
Akibat Putung Rokok, Gubuk dan Tumpukan Kulit Jagung Terbakar di Tuban
Limbah Septic Tank Lapas Pasuruan Bocor, DLH Dilibatkan dan Instalasi Langsung Diperbaiki
Pelajar Rejotangan Diajak Jadi Garda Depan Perangi Narkoba
Sambung Roso : Ruang Komunikasi Polresta Tuban Untuk Keamanan Berkendara dengan Ojol

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:55 WIB

Saran Ringan UU Politik 2029: Anas Urbaningrum Usul Aturan Pemilu Segera Direvisi, Pilpres dan Pileg Dipisah

Senin, 14 September 2026 - 12:54 WIB

Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban

Senin, 14 September 2026 - 07:13 WIB

“Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”, Gus Lilur Soroti Kepemimpinan PBNU Pasca Muktamar ke-35

Minggu, 13 September 2026 - 19:51 WIB

Dandim Tuban Buka Kompetisi Beach Open 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 22:26 WIB

Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam

Berita Terbaru

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification Sistem (INAFIS) lakukan evakuasi korban yang tewas di tambang kumbung (14/09/2026) (gambar : Assa Annazili)

Peristiwa

Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban

Senin, 14 Sep 2026 - 12:54 WIB

Atlet woodball dari berbagai daerah mengikuti pembukaan Dandim Beach Open 2026 Woodball Championship di Pantai Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban. Kejuaraan yang dibuka Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo ini diikuti 183 peserta dari kategori pelajar hingga kelas open, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Daerah

Dandim Tuban Buka Kompetisi Beach Open 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:51 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu