Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Ditengah Ramai Berita Influenza A, Dinkes Tuban : Minta untuk Waspada

- Reporter

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus Influenza A (gambar : ilustrasi AI)

Ilustrasi virus Influenza A (gambar : ilustrasi AI)

Tuban – Ramainya pemberitaan influenza A di media, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban sebut kasus tersebut masih nihil. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan influenza-like illness (ILI) dalam beberapa bulan terakhir.

Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban Roikan mengatakan, hingga kini belum ada laporan kasus spesifik Influenza A di Kabupaten Tuban. Namun, ia menegaskan, kepastian diagnosis influenza tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan gejala, melainkan memerlukan pemeriksaan laboratorium, seperti tes molekuler RT-PCR atau metode diagnostik lain yang telah tervalidasi.

“Untuk memastikan diagnosis influenza diperlukan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode dan alat deteksi, seperti pemeriksaan molekuler atau RT-PCR,” ujar Roikan.

Berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons Wabah, kasus ISPA dan ILI tercatat meningkat dalam tiga bulan terakhir. Meski demikian, tren kasus secara keseluruhan masih relatif stabil dan berada dalam pola musiman. Kondisi ini tetap perlu dipantau agar potensi penularan dapat segera diantisipasi.

ISPA dan ILI memiliki gejala yang mirip dengan influenza dan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun mikroorganisme lain. Gejala ISPA antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam. Sementara itu, ILI ditandai demam minimal 38 derajat Celsius disertai batuk, dengan gejala yang muncul dalam waktu tidak lebih dari 10 hari.

Anak-anak, terutama balita dan mereka yang berusia di bawah dua tahun, termasuk kelompok yang paling rentan mengalami influenza. Meski demikian, Influenza A tetap dapat menyerang semua kelompok usia.

“Risiko pada anak lebih menonjol karena sistem imunnya masih berkembang, saluran napas lebih kecil, paparan di lingkungan anak cukup tinggi, serta kekebalan terhadap strain influenza belum banyak terbentuk,” jelas Roikan.

Influenza A dan ISPA umumnya menular melalui droplet atau partikel pernapasan yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Jika terlambat ditangani, influenza dapat memicu berbagai komplikasi, mulai dari pneumonia, dehidrasi, infeksi telinga, perburukan asma atau penyakit kronis, hingga ensefalopati. Penyakit ini juga berisiko memperburuk kondisi pasien dengan asma, penyakit jantung, diabetes, atau penyakit paru kronis.

Untuk memutus rantai penularan, Dinkes mengajak masyarakat memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah sederhana dapat dimulai dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sirkulasi udara tetap baik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta berolahraga secara rutin.

Vaksinasi, penggunaan masker saat sakit atau berada di lingkungan berisiko, serta pembatasan kontak dengan kelompok rentan juga dianjurkan. Masyarakat yang mengalami gejala pernapasan sebaiknya menghindari kerumunan dan ruang tertutup untuk mencegah penularan kepada orang lain. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan apabila muncul tanda bahaya, seperti sesak napas, demam tinggi berkepanjangan, kejang, penurunan kesadaran, atau kondisi yang terus memburuk. (Az/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Polresta Tuban Bekuk Residivis Spesialis Pencurian
NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik
Mediasi Kasus Pembongkaran Kios Bangunrejo Tuban Buntu
Satlantas Tuban Pasang Blue Light di Jalanan Gelap
Internet Desa Dikeluhkan, DPRD Tuban Pertemukan Pemdes dengan Icon Plus
DPRD Tuban Soroti Permasalahan Bantuan Pangan
Yayasan Nandur Becik Gandeng BNI Edukasi Warga Tulungagung Soal Keamanan Transaksi Digital
270 Gerai KDKMP di Tuban Tanpa PBG

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:25 WIB

Ditengah Ramai Berita Influenza A, Dinkes Tuban : Minta untuk Waspada

Senin, 28 September 2026 - 18:17 WIB

Polresta Tuban Bekuk Residivis Spesialis Pencurian

Minggu, 27 September 2026 - 21:14 WIB

NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik

Jumat, 25 September 2026 - 20:39 WIB

Mediasi Kasus Pembongkaran Kios Bangunrejo Tuban Buntu

Kamis, 24 September 2026 - 23:03 WIB

Satlantas Tuban Pasang Blue Light di Jalanan Gelap

Berita Terbaru

Wakapolresta Tuban, Kompol Supyan (tengah) didampingi Kanit Pidum, Ipda Priyanto (kanan), dan Kasi Humas Iptu Moch. Iksan (kiri). (Gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Polresta Tuban Bekuk Residivis Spesialis Pencurian

Senin, 28 Sep 2026 - 18:17 WIB

Pertemuan Tokoh NU Jelang Muktamar NU ke-35 di Tambakberas Jombang, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Politik

NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:14 WIB

Mapolresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Mediasi Kasus Pembongkaran Kios Bangunrejo Tuban Buntu

Jumat, 25 Sep 2026 - 20:39 WIB

Satlantas Polresta Tuban, bersama URC Langgeng dan DLH-P Tuban pasang Blue Light (24/09/2026) (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Satlantas Tuban Pasang Blue Light di Jalanan Gelap

Kamis, 24 Sep 2026 - 23:03 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu